Home News BMKG imbau warga waspadai karhutla di Aceh
News

BMKG imbau warga waspadai karhutla di Aceh

Share
Aceh butuhkan pembentukan Daops Manggala Agni
Petugas BPBD Nagan Raya bersama sejumlah personel TNI, Polri dan Brimob melakukan pengawasan dan pemadaman api di lokasi kebakaran lahan di kawasan Desa Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Senin (6/7/2020) ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat
Share

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Provinsi Aceh untuk mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau basah.

“Cuaca kita memang ada hujan ringan, tapi potensi karhutla masih sangat tinggi, apalagi dengan kemunculan titik panas,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad, dikutip dari laman Antara, Kamis (14/7/2022).

Memang, dijelaskan Zakaria, saat ini Aceh masih dalam situasi musim kemarau basah. Kondisi ini diperkirakan akan bertahan hingga September 2022.

Biasanya, lanjut dia, curah hujan masih tetap berpotensi terjadi, namun kondisi cuaca lebih dominan pada suhu panas serta kemunculan titik panas sehingga mengakibatkan karhutla dan kebakaran pemukiman.

Apalagi, masyarakat Aceh masih banyak yang memilih langkah praktis dalam membuka lahan yakni dengan cara membakar.

“Masyarakat kita masih belum begitu sadar terhadap bahaya kebakaran hutan, karena masyarakat kita membuka lahan sering membakar sebagai jalan keluar yang lebih praktis,” kata Zakaria.

Daerah-daerah yang perlu diwaspadai karhutla seperti Aceh Barat, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara, Nagan Raya, Aceh Jaya dan Aceh Besar.

“Di musim kemarau basah ini, selain waspada karhutla, masyarakat juga perlu waspada kebakaran pemukiman, baik perumahan maupun yang lain,” katanya.

Hal ini juga bisa diperparah dengan kondisi Aceh sedang musim angin barat, yaitu kecepatan angin yang sudah pada kategori tinggi, antara 20-60 kilometer per jam.

“Angin barat ini bertahan sampai akhir Agustus atau awal September,” kata Zakaria.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...