Home News BMKG: Satu kabupaten di Aceh berstatus siaga banjir
News

BMKG: Satu kabupaten di Aceh berstatus siaga banjir

Share
Enam daerah di Aceh siaga banjir dan tanah longsor
Ilustrasi, banjir bandang di Bener Meriah, Selasa (27/9/2022). Foto: Dok. BPBA
Share

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan satu kabupaten di Provinsi Aceh yaitu Aceh Jaya berstatus siaga, karena berpotensi dilanda hujan dengan intensitas lebat sehingga dikhawatirkan akan berdampak terjadinya banjir.

“Status siaga ini berisiko terjadinya bencana alam seperti terjadinya banjir, akibat curah hujan yang tinggi,” kata prakirawati Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, Almira Aprilianti, dikutip dari laman Antara, Kamis (29/9/2022).

Selain Aceh Jaya, terdapat 13 kabupaten/kota lainnya di Aceh yang berstatus waspada diantaranya seperti Kabupaten Aceh Timur, Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Barat.

Kemudian Aceh Singkil, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Kota Lhokseumawe serta Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Almira menjelaskan penyebab terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat tersebut dipengaruhi adanya sirkulasi Siklonik berada di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Aceh hingga Sumatera Utara.

Selain itu, penyebab tingginya curah hujan tersebut juga disebabkan adanya siklon Tropis Noru yang berada di daratan Thailand dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 knot, dan tekanan udara minimum 1000 hPa yang bergerak ke arah barat.

Sistem ini, kata Almira, menginduksi low level jet hingga lebih dari 25 knot yang memanjang dari Laut Andaman hingga Laut China Selatan.

Kondisi tersebut, kata dia, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet tersebut.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi,” katanya.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bengkulu Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Bupati Sibral Malasyi Tunjuk Rahmat Rizal Sebagai Plt Kadis Pertanahan Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Sibral Malasyi menunjuk Kepala Bagian Hukum Rahmat Rizal sebagai...

Ribuan ASN Pemrov Aceh akan dikirim ke Aceh Tamiang
News

Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama...

NewsSyariat Islam

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, secara resmi...

EkonomiNews

Pemerintah Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak,...