POPULARITAS.COM –Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menegaskan pentingnya sinergi dengan TNI Angkatan Darat (AD) dalam mendukung kelancaran kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) di Aceh.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Hal itu disampaikan Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Teritorial dengan Kementerian/Lembaga dan Non-Kementerian/Lembaga yang diselenggarakan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat di Hotel Sunlake Waterfront, Sunter, Jakarta, Selasa (29/6/2026).
Dalam paparannya, Edy mengatakan keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi keamanan, stabilitas sosial, dan dukungan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas. Dukungan pembinaan teritorial oleh TNI AD diharapkan mampu memperkuat stabilitas sosial dan keamanan sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi dapat berjalan secara optimal,” kata Edy.
Edy menjelaskan, industri hulu migas merupakan objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi. Karena itu, diperlukan sinergi antara BPMA, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), TNI AD, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
Edy juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor hulu migas di Aceh. Tantangan tersebut meliputi persoalan sosial, seperti tuntutan tenaga kerja lokal, pemanfaatan lahan di sekitar aset migas, hingga persepsi masyarakat terhadap aktivitas industri. Selain itu, terdapat pula tantangan keamanan berupa gangguan terhadap fasilitas operasi, pencurian aset, aksi unjuk rasa, serta isu lingkungan yang memerlukan penanganan secara kolaboratif.
Menurut Edy, kerja sama dengan TNI AD telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, serta perjanjian kerja sama mengenai dukungan penguatan pembinaan teritorial pada kegiatan usaha hulu migas di wilayah kerja Aceh.
“Melalui kerja sama tersebut, sejumlah program dijalankan, antara lain penguatan fungsi intelijen, patroli wilayah, komunikasi sosial dengan masyarakat, hingga pelaksanaan Bhakti TNI AD yang disinergikan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan migas,” ujarnya.
Selain itu, pembinaan teritorial juga difokuskan pada penguatan komunikasi dengan tokoh masyarakat, deteksi dini potensi konflik, pemetaan kondisi sosial wilayah, serta menjaga stabilitas keamanan di sekitar area operasi migas.
Edy berharap sinergi tersebut dapat mendukung peningkatan produksi minyak dan gas, mendorong investasi serta kegiatan eksplorasi, sekaligus meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan hulu migas.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim usaha migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.








Leave a comment