POPULARITAS.COM – Psikolog klinis, Ratih Ibrahim, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menuturkan, aktivitas seseorang di ruang digital dapat mencerminkan karakter, nilai, dan integritas pribadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ratih menyusul viralnya unggahan mendiang Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang dirundung oleh sejumlah tenaga kesehatan melalui media sosial.
Sebelumnya, Yurizal mengungkapkan keluhan dirinya menunggu ketersediaan kamar rawat inap hingga delapan jam. Yurizal kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Ratih mengatakan media sosial merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri. Namun, kebebasan tersebut tetap disertai tanggung jawab terhadap setiap unggahan yang dibuat.
Menurut Ratih, setiap konten yang dibagikan di media sosial dapat memperlihatkan karakter, nilai, dan integritas seseorang, mengutip Antara, Selasa (11/8/2026).
Hal itu menjadi perhatian khusus bagi tenaga kesehatan karena profesi tersebut sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Ratih menegaskan etika profesional tidak hanya berlaku ketika tenaga kesehatan menjalankan tugas di tempat kerja. Prinsip tersebut juga perlu diterapkan ketika mereka beraktivitas di ruang digital.
Dalam menggunakan media sosial, tenaga kesehatan perlu tetap mengedepankan empati dan menghormati martabat pasien. Kerahasiaan informasi pasien serta sikap profesional juga harus tetap dijaga, termasuk ketika menghadapi situasi yang memicu emosi atau tekanan dalam pekerjaan.
Selain tenaga kesehatan, Ratih mengingatkan seluruh pengguna media sosial agar menyadari bahwa setiap akun merepresentasikan manusia yang memiliki perasaan dan martabat. Karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan maupun komentar yang diberikan.
“Di balik setiap akun media sosial ada manusia dengan perasaan dan martabat,” kata Ratih.
Sebagai psikolog, Ratih menyarankan masyarakat menggunakan tiga pertimbangan sebelum mengunggah konten atau menulis komentar di media sosial. Pertama, memastikan informasi yang disampaikan benar.
Kedua, mempertimbangkan apakah informasi tersebut memang perlu disampaikan. Ketiga, memastikan penyampaiannya dilakukan dengan cara yang tetap menghormati orang lain.
“Sebelum mengunggah atau berkomentar, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar dan perlu? Apakah ini disampaikan dengan cara yang menghormati orang lain?” pungkasnya.
Apabila belum dapat memastikan ketiga hal tersebut, Ratih menyarankan netizen untuk menahan diri sejenak sebelum mengunggah konten atau memberikan komentar.







Leave a comment