Home Ekonomi BPS: Inflasi Tahunan Aceh Sebesar 5,84 Persen diatas Sasaran Nasional
EkonomiNews

BPS: Inflasi Tahunan Aceh Sebesar 5,84 Persen diatas Sasaran Nasional

Share
Cabai merah penyumbang nilai inflasi di Aceh. Poto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyatakan inflasi tahunan (y-on-y) Aceh Juni 2026 sebesar 5,84 persen, angka ini berada di atas sasaran inflasi nasional akibat kenaikan harga cukup tinggi oleh komoditas pangan strategis.

“Angka ini menunjukkan adanya tekanan kenaikan harga yang cukup tinggi jika dibandingkan kondisi bulan yang sama di tahun lalu. Ini memang perlu menjadi perhatian, karena angka tersebut berada di atas sasaran inflasi nasional,” kata Plh Kepala BPS Aceh Abd Hakim di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan tekanan inflasi Aceh masih banyak dipengaruhi oleh komoditas pangan strategis yang memiliki bobot besar dalam konsumsi masyarakat, seperti beras dan cabai merah. Pergerakan harga komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor produksi, musim, dan jalur transportasi untuk arus distribusi barang, serta kondisi pasokan antarwilayah.

Ia menyebutkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi tahunan sebesar 2,95 persen dan untuk komoditas yang andil besar yakni beras, cabai merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, minyak goreng, ikan tongkol, sigaret kretek tangan (SKT), dan bawang merah.

“Komoditas yang memiliki andil terbesar lainnya adalah nasi dengan lauk, yang juga sangat berkaitan erat dengan pergerakan harga-harga kebutuhan bahan pokok tersebut,” katanya.

Ia juga mengatakan, ada beberapa komoditas lainnya yang juga memberikan andil cukup besar pada inflasi tahunan, tetapi di luar kendali karena dipengaruhi oleh harga tingkat global yakni emas dan minyak/bensin.

Selain terjadi inflasi tahunan, BPS juga mencatat bahwa Provinsi Aceh mengalami inflasi secara month-to-month (m-to-m) sebesar 0,56 persen, dibandingkan dengan bulan Mei 2026.

Menurut dia, ada beberapa langkah utama yang perlu dilakukan untuk menjaga laju inflasi yaitu memperkuat pengendalian inflasi melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan mengacu pada beberapa strategi, antara lain menjaga ketersediaan pasokan, dan memastikan kelancaran distribusi barang.

“Kelancaran distribusi bisa menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat terkait pola konsumsi yang bijak yang dapat membantu mengurangi tekanan permintaan terhadap komoditas tertentu,” katanya.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

KDRT hingga Judol Jadi Pemicu Perceraian di Aceh Barat

POPULARITAS.COM – Mahkamah Syar’iyah Meulaboh mencatat 142 kasus perceraian di Kabupaten Aceh...

News

Kemenag Imbau Bangun Budaya Keterbukaan Informasi untuk Layanan Publik

POPULARITAS.COM – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan...

News

Korban Meninggal Akibat Insiden Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, Jumlah 3 Orang

POPULARITAS.COM – Korban meninggal akibat insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 bertambah...

InternasionalNews

Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, Pejabat Paris Salahkan AS

POPULARITAS.COM – Seorang pejabat Prancis menuding Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang...