POPULARITAS.COM – Perum Bulog memastikan stok beras nasional tetap aman, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi musim kering dan hari tanpa hujan yang lebih panjang. Bulog juga menegaskan akan terus menyerap gabah petani hingga akhir tahun.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan realisasi penyerapan gabah Bulog hingga awal Agustus 2026 telah mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 87,4% dari target.
Menurutnya, capaian tersebut membuat stok beras Bulog kini mendekati 5,4 juta ton. Apabila digabungkan dengan stok beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta cadangan padi yang masih berada di lahan (standing crop), total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25-26 juta ton.
Sementara itu, kebutuhan beras nasional diperkirakan sekitar 22 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Rizal optimistis pasokan pangan tetap aman meski terjadi potensi El Nino.
“Dengan estimasi adanya El Nino dan lain sebagainya, kami yakin pangan tetap terjaga, stok terjaga, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Bahkan sampai Maret nanti kami masih memiliki stok,” ujar Rizal di kantor pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menanggapi proyeksi penyusutan luas panen dalam tiga bulan ke depan, Rizal mengakui produksi berpotensi menurun. Namun, ia meyakini program benih unggul yang dijalankan Kementerian Pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, melalui program tersebut produktivitas padi diproyeksikan meningkat dari rata-rata 5-6 ton per hektare menjadi sekitar 10-12,8 ton per hektare pada lahan seluas satu juta hektare, sehingga mampu mengompensasi penurunan luas panen.
Rizal juga memastikan Bulog tetap melanjutkan penyerapan gabah, meski target penyerapan 4 juta ton diperkirakan tercapai pada akhir September 2026.
“Kami yakinkan kepada masyarakat, khususnya para petani, tidak perlu bimbang dan ragu. Setelah 4 juta ton terserap pada akhir September, kami akan tetap melanjutkan penyerapan pada Oktober, November, Desember, dan seterusnya,” ujarnya.









Leave a comment