POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya Syibral Malasyi mengaku bahwa, kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hasan Basri, selama memimpin daerah tersebut tidak antikritik. Hanya saja, keduanya berharap, kritikan yang disampaikan mesti sesuai dengan rambu-rambu.
Hal tersebut disampaikan Syibral Malaysi kepada popularitas.com, Selasa (20/10/2025) di Meuredu saat tinjau kesiapan venue utama MTQ ke-37 tingkat provinsi di Pidie Jaya. “Saya tidak antikritik sepanjang kritikan tersebut konstruktif,” katanya.
Bagi dirinya, setiap kritikan yang dialamatkan pada pemerintahan daerah, tentu hal itu adalah vitamin baginya untuk benahi Pidie Jaya lebih baik kedepannya. Tapi, ia juga meminta kritik yang disampaikan sesuai dengan ‘rambu-rambu’ yang ada. “Kritik boleh, tapi jangan menghujat ini falsafah kita sebagai orang timur,” tandasnya.
Masih kata Syibral, sebagai sesama alumnus pondek pesantren, maka pastinya setiap kritik yang disampaikan ke publik itu haruslah bersifat positif dan bernuasa Islami.
“Apalagi kita ini semuanya adalah para alumni-alumni pesantren jadi tolong kritikannya yang bagus yang bernuasa seorang ustad, bernuasa seorang pengayom masyarakat. Jangan membuat kritikan-kritikan yang menjadi bumerang atau yang menjadi hujatan antar sesama kita masyarakat Pidie Jaya,” cetusnya.
Dia mengklaim tidak mengetahui faktor yang membuat masyarakat yang ia maksud itu dalam beberapa waktu terakhir kerap melontarkan kritik terhadap kepemimpinannya.
“Itu hak semua warga dan hak semua masyarakat untuk melakukan kritik apapun yang ingin disampaikan. Tetapi saya sebagai pimpinan Pemerintah Pidie Jaya ini mengharapkan semua kritikan itu boleh dilakukan, tetapi kami mengharapkan kritikan yang disampaikan yang bernuansa Islami,” bebernya.









Leave a comment