POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera membantu menangani Pidie Jaya dalam penanganan pasca bencana maupun rehabilitasi dan rekontruksi akibat banjir bandang yang melanda wilayah setempat, pada Rabu 26 November 2025 lalu.
Bupati Syibral Malasyi mengatakan saat ini daerah mengalami kekosongan anggaran.
“Memang kalau untuk penanganan bencana (banjir bandang) di Pidie Jaya, saat ini bisa dikatakan tidak ada anggaran lagi,” kata Syibral Malasyi dalam keterangannya kepada popularitas.com, Jumat (28/11/2025) kemarin.
Nihilnya anggaran bahkan pada dana Belanja Tidak Terduga (BTT) itu membuat Pidie Jaya berusaha meminta pertolongan ke Pemerintah Aceh maupun Pusat.
“Supaya bisa membantu penanganan terhadap dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya ini,” kata Syibral.
Ketidak sanggupan Pemkab setempat dalam penanganan pasca bencana itu bahkan telah dituangkan dalam Surat Pernyataan Bupati Pidie Jaya, Nomor : 300.2/402.3, tertanggal 25 November 2025

Syibral Malasyi menyebutkan, banjir dan longsor yang melanda Pidie Jaya mengakibatkan korban jiwa, kerusakan perumahan warga dan kawasan pemukiman, sarana dan prasarana infrastruktur, fasilitas umum dan sarana ibadah.
Di surat tersebut juga diungkapkan alasan Pemerintah Pidie Jaya tak sepenuhnya sanggup menangani penanggulangan bencana dengan sebab keterbatasan anggaran, sumber daya serta peralatan yang dimiliki.
“Maka Pemerintah Pidie Jaya memohon kepada Gubernur Aceh untuk dapat membantu penanganan tersebut,” bunyi surat Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi itu.











Leave a comment