POPULARITAS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu, menyebabkan lumpuhnya hampir seluruh aktivitas pemerintahan, keamanan dan perekonomian di wilayah tersebut.
Sedikitnya 12 kecamatan dengan 216 desa terdampak bencana, membuat roda kehidupan masyarakat nyaris berhenti total.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengatakan lumpur tebal yang menutupi permukiman dan fasilitas umum menjadi faktor utama terhambatnya aktivitas warga pascabencana.
Meski demikian, pemerintah daerah terus mempercepat upaya pemulihan dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta ribuan personel TNI dan Polri.
“Seluruh wilayah kami terdampak dan dalam kondisi lumpuh. Namun lebih dari satu bulan terakhir kami terus berupaya bangkit dengan dukungan berbagai pihak,” kata Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Armia menjelaskan, sebanyak 3.385 personel TNI dan 877 personel Polri telah diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak untuk membersihkan lumpur hingga ke pelosok desa.
Armia menilai, upaya krusial untuk mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Saat ini, kata Armia, progres pembersihan lumpur di Aceh Tamiang telah mencapai sekitar 80 persen dan terus dikebut.
“Selain itu, penanganan material kayu sisa banjir bandang juga hampir rampung di sejumlah titik terdampak,” ujanya.
Armia mengatakan, di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin contohnya sekitar 85 persen tumpukan kayu telah berhasil dievakuasi dari area permukiman dan fasilitas pendidikan.
“Kini balok-balok besar sudah kami singkirkan dan ditumpuk di tepi sungai,” pungkasnya.









Leave a comment