Delapan rumah di Aceh Timur rusak akibat banjir

POPULARITAS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mencatat delapan rumah di sejumlah kecamatan di kabupaten itu rusak akibat banjir pekan lalu.

“Data sementara ada delapan rumah rusak dan hanyut dibawa banjir. Selain itu, ada juga jalan rusak akibat tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Rabu (16/11/2022).

Rumah rusak akibat banjir tersebut, kata dia, satu rumah di Kecamatan Pereulak Barat, dua rumah di Kecamatan Nurussalam, dua rumah di Kecamatan Simpang Ulim, dan tiga rumah di Kecamatan Bireum Bayeun.

Jalan rusak di Desa Cek Mbon, Kecamatan Pereulak dan Kecamatan Ranto Selamat. Jembatan yang rusak akibat banjir terdapat di Kecamatan Ranto Pereulak.

“Untuk kerugian keseluruhan saat ini masih dalam pendataan dan penghitungan instansi terkait. Data rumah rusak akibat banjir tersebut juga sudah kami laporkan ke provinsi,” kata Ashadi.

Menyangkut kondisi banjir di Kabupaten Aceh Timur, ia menyatakan banjir saat ini sudah surut.

Warga yang sebelumnya mengungsi, sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Banjir sudah surut dan warga juga sudah membersihkan rumahnya masing-masing dari material banjir seperti lumpur dan lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, 2.099 rumah di Aceh Timur terendam banjir menyusul hujan deras yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di kabupaten tersebut.

Ribuan rumah yang terendam banjir tersebut tersebar di 14 desa di Kabupaten Aceh Timur. Ketinggian air merendam ribuan rumah tersebut antara 30 centimeter hingga satu meter dari permukaan jalan.

Banjir tersebut membuat 11.893 jiwa dari 3.230 keluarga di Kabupaten Aceh Timur terdampak. Sebanyak 857 jiwa dari 229 keluarga di antaranya mengungsi. Mereka tersebar di 27 desa atau gampong di lima kecamatan di kabupaten tersebut.

Meskipun banjir surut, Ashadi mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi banjir susulan, mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan di Kabupaten Aceh Timur.

“Kami terus memantau potensi banjir susulan. Kepada aparatur desa maupun kecamatan, juga harus aktif melaporkan jika terjadi banjir susulan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” kata dia. (ant)

Comments
Loading...