Home Headline Delegasi Indonesia singgung Aceh daerah subur tanaman ganja di Sidang Komisi PBB di Wina Australia
Headline

Delegasi Indonesia singgung Aceh daerah subur tanaman ganja di Sidang Komisi PBB di Wina Australia

Share
Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Agus Irianto dalam Pertemuan Antarsesi Ke-3 pada Sidang Ke-67 Komisi PBB untuk Narkotika (United Nations Commission on Narcotic Drugs/CND) di Wina, Austria pada 12-14 November 2024. FOTO : HO | BNN RI
Share

POPULARITAS.COM – Sidang ke-67 Komisi PBB untuk Narkotika/United Nations Commission on Narcotic Drugs/CND, berlangsung di Wina, Australia, 12-14 November 2024. Kegiatan tersebut diikuti delegasi Indonesia dan diwakili oleh Deputi Hukum dan Kerja Sama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Agus Irianto.

Pada kesempatan itu, Agus Irianto memaparkan tentang berbagai strategi penanganan narkotika di Indonesia, seperti penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, hingga sosialiasi untuk tingkatkan kesadaran publik tentang bahaya narkotika.

“Semua langkah ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek demografi, budaya, sosial, dan geografis, sesuai dengan tiga konvensi internasional tentang narkotika,” kata Agus dikutip dari laman Antara.

Sebagai anggota CND periode 2024–2027, Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Konvensi Tunggal Narkotika 1961, Konvensi Zat Psikotropika 1971, serta Konvensi PBB 1988 tentang Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika.

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Agus Irianto dalam Pertemuan Antarsesi Ke-3 pada Sidang Ke-67 Komisi PBB untuk Narkotika (United Nations Commission on Narcotic Drugs/CND) di Wina, Austria pada 12-14 November 2024.

Di sisi lain, Agus menuturkan ganja merupakan narkotika dengan tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia karena harga jual ganja yang terbilang murah dan dapat tumbuh subur di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Provinsi Aceh.

Guna mengatasi permasalahan itu, Pemerintah Indonesia sedang melakukan pendekatan komprehensif melalui strategi pengembangan alternatif atau alternative development yang terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Agus mengatakan bahwa Indonesia meyakini kemiskinan menjadi akar permasalahan yang harus diselesaikan dalam mendukung program pengembangan alternatif.

Indonesia juga menekankan pentingnya koordinasi kebijakan yang efektif di tingkat nasional, bilateral, regional, dan internasional.

Hal tersebut dianggap dapat memperkuat program pengembangan alternatif, yang tidak hanya memberantas budidaya ilegal, tetapi juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.”Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, kerja sama antarnegara dapat didorong guna mengatasi tantangan peredaran gelap narkotika secara menyeluruh,” tuturnya.

Share
Tulisan Terkait
Headline

Proyek rehab Krueng Meureudu di Pidie Jaya dikerjakan Kementrian PU senilai Rp717 miliar

POPULARITAS.COM – Krueng Meureudu salah satu daerah aliran sungai (DAS) di Pidie...

Puluhan murid SDN Lampoh Saka Pidie dikeluarkan dari sekolah, Kepsek : Tidak bisa masuk Dapodik
EdukasiHeadline

Daftar SD di Pidie yang keluarkan siswa baru akibat benturan aturan kementrian

POPULARITAS.COM – Ternyata, tidak hanya SDN 1 Lampoh Saka, yang terpaksa keluarkan...

BKN setujui M Nasir mutasi sebagai asisten I Setda Aceh
Headline

Sekda Aceh M Nasir diberhentikan jabatannya

POPULARITAS.COM – M Nasir, diberhentikan jabatannya oleh sebagai Sekda Aceh, oleh Presiden...

Grebek pabrik uang palsi, Pold Metro Jaya sita Rp36 miliar
HeadlineKriminalitas

Grebek pabrik uang palsu, Polda Metro Jaya sita Rp36 miliar

POPULARITAS.COM – Pabrik uang palsu digrebek personel Polri dari Polda Metro Jaya....