Home Headline DPRA Lobi Pemerintah Pusat Penuhi Seluruh Butir MoU Helsinki
HeadlineNewsPolitik

DPRA Lobi Pemerintah Pusat Penuhi Seluruh Butir MoU Helsinki

Share
DPRA Lobi Pemerintah Pusat Penuhi Seluruh Butir MoU Helsinki
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin menegaskan pihaknya kini terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar seluruh butir naskah perjanjian perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia dalam MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu bisa sepenuhnya direalisasikan.

“Kami terus-menerus melakukan komunikasi termasuk kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan lembaga resmi pemerintah lainnya, agar semua butir MoU Helsinki ini agar dapat sepenuhnya direalisasikan pemerintah,” kata Dahlan Jamaluddin, Senin (2/11/2020) dilansir Antara.

Menurut dia, realisasi butir naskah perjanjian perdamaian yang sudah dicapai selama 15 tahun tersebut guna merawat keberlangsungan perdamaian di Aceh, yang selama ini telah berjalan sangat baik.

Karena dengan lahirnya perjanjian perdamaian tersebut tentu seluruh kesejahteraan masyarakat di Aceh dapat diwujudkan, sekaligus melancarkan pelaksanaan berbagai agenda pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Aceh lebih maksimal.

Dahlan Jamaluddin juga menjelaskan, sebelumnya pada bulan Februari 2020 lalu dirinya bersama Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya, juga sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo guna membahas kelanjutan realisasi MoU Helsinki.

Dalam pertemuan tersebut, kata Dahlan, Presiden Joko Widodo berjanji akan menyelesaikan setiap kendala yang dianggap menjadi persoalan di semua semua poin MoU Helsinki dalam waktu tiga bulan.

Namun karena terkendala dengan pandemi COVID-19, pertemuan lanjutan antara pemangku kebijakan di Aceh dengan pemerintah pusat hingga saat ini belum bisa dilakukan.

“Tapi meski belum bisa dilakukan pertemuan secara berlanjut, namun kami masih terus melakukan koordinasi lanjutan agar semua realisasi butir perdamaian ini bisa
secepatnya tuntas dan terealisasi sepenuhnya,” kata Dahlan menambahkan.

Ia juga menjelaskan perjanjian damai yang telah dicapai tersebut merupakan dasar lahirnya penyelenggaraan pemerintahan di Aceh dan sebagai kehendak politik
perdamaian menjadi kenisncayaan agar memperkuat keberlanjutan perdamaian di Aceh.

Menurut dia, siapa pun yang ada di dalam Pemerintahan Aceh maka memiliki kewajiban mandatoris yang sebenarnya untuk mewujudkan harapan politik untuk mewujudkan perdamaian abadi di Aceh, kata Dahlan menegaskan.[]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...

KriminalitasNews

Polisi Amankan Mobil Diduga Angkut 600 Liter Bio Solar Subsidi di Banda Aceh

POPULARITAS.COM –  Polisi mengamankan sebuah mobil Kia Travello yang diduga mengangkut sekitar...