Home Hukum Dugaan korupsi pembangunan break water di Aceh Barat Daya naik ke penyidikan
HukumNews

Dugaan korupsi pembangunan break water di Aceh Barat Daya naik ke penyidikan

Share
Dugaan korupsi pembangunan breakwater di Aceh Barat Daya naik ke penyidikan
kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Dr Muhamamd Yusuf, didampingi Aspidsus, saat ekspose kasus pembangunan break water di Susoh tahun anggaran 2017 di Kabupaten Aceh Barat Daya. Dari Ekspose tersebut, disimpulkan kasus dinaikkan ke tahap penyidikan. FOTO : Penkum Kejati Aceh
Share

POPULARITAS.COM – Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Break Water Pantai Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya, yang bersumber dari APBA tahun anggaran 2017, ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Hal tersebut, usai ekspose kasus yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (9/8/2021), di kantor instansi tersebut.

Ekspose kasus itu, dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Dr Muhammad Yusuf, didampingi oleh Aspidsus, serta tim penyidikan dari institusi adhyaksa tersebut.

Dalam paparan ekspose kasus tersebut, Aspidsus Kejaksaan Tinggi Aceh, menerangkan, ditingkatkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan, dikarenakan dari hasil eskpose, telah ditemukan unsur dan bukti permulaan yang cukup kuat telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi.

baca juga : Kejati Aceh Bidik Calon Tersangka Kasus Korupsi Peremajaan Sawit

Proyek Pembangunan Pantai Susoh, bersumber dari APBA 2017 dengan anggaran senilai Rp14,6 miliar. Kegiatan tersebut di kerjakan oleh PT Polada Mutiara Aceh, dengan harga penawaran senilai Rp10,6 miliar.

Kontraktor pelaksana, telah melakukan serah terima pekerjaan proyek kepada pengguna anggaran pada 28 November 2018, dengan tenggang masa pemeliharaan selama kurang lebih enam bulan. Dan selanjutnya, pelaksanan proyek juga telah menyerahkan uang jaminan pemeliharaan sebesar 5 persen.

Dari telaah dan pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik, diduga telah terjadi tindak pidana peristiwa korupsi dalam pekerjaan proyek tersebut. Dengan nilai kontrak adendum Rp11,7 miliar, patut diduga pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak.

Atas temuan itu, lanjutnya, pihaknya kemudian berpendapat bahwa, berdasarkan bukti permulaan yang kuat, maka kasus ini dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KriminalitasNews

Dosen UMY Diduga Lecehkan 4 Mahasiswi

POPULARITAS.COM – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen program studi farmasi...

EkonomiNews

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

POPULARITAS.COM – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar mengusulkan Aceh menjadi pilot...

News

Antrean Kendaraan di SPBU di Abdya Kuasai Badan Jalan

POPULARITAS. COM – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum...

InsfrastrukturNews

Korea Selatan Tuntaskan Distribusi 6 Unit Jet Latih T-50i untuk TNI AU

POPULARITAS.COM – Perusahaan pertahanan asal Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd...