Home Ekonomi Ekspor China Melonjak Hampir 20 Persen, Meski Ada Gejolak Perang Iran
EkonomiNews

Ekspor China Melonjak Hampir 20 Persen, Meski Ada Gejolak Perang Iran

Share
Di Tengah Perang Iran, Ekspor China Melonjak Hampir 20 Persen. Poto : HO } CNBC
Share

POPULARITAS.COM –  Kinerja perdagangan luar negeri China menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada Mei 2026. Administrasi Bea Cukai China melaporkan nilai ekspor negara tersebut meningkat 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Melansir Associated Press, capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekspor pada April 2026 yang tercatat sebesar 14,1% secara tahunan (year on year). Peningkatan ekspor ini menunjukkan ketahanan sektor perdagangan China di tengah gejolak global.

Pengiriman produk otomotif, teknologi, serta produk yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut. Permintaan global terhadap produk teknologi tinggi, termasuk semikonduktor dan komponen pendukung AI, terus memberikan kontribusi besar terhadap kinerja ekspor China.

Selain itu, ekspor kendaraan dan produk otomotif juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan perdagangan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Meski konflik Iran dan ketidakpastian geopolitik masih berlangsung, sektor manufaktur berorientasi ekspor China tetap mampu menjaga momentum pertumbuhannya.

Tidak hanya ekspor, nilai impor China juga mencatat kenaikan signifikan pada Mei 2026. Data bea cukai menunjukkan impor melonjak 27,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan impor pada April yang mencapai 25,3% secara tahunan.

Kenaikan impor mengindikasikan aktivitas industri dan kebutuhan bahan baku dalam negeri yang masih cukup kuat, seiring upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi. Pada sisi lain, hubungan dagang antara China dan Amerika Serikat masih menunjukkan tren pelemahan.

Penurunan perdagangan ini berlanjut sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap produk-produk China dan sejumlah mitra dagang utama lainnya setelah kembali menjabat. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, ekspor China ke Amerika Serikat tercatat turun 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor China dari Amerika Serikat mengalami penurunan lebih dalam, yakni sebesar 5,5%. Tantangan Global Belum Ganggu Perdagangan China Meski menghadapi tekanan dari konflik geopolitik dan ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan sektor perdagangan China masih mampu bertahan dan tumbuh.

Kuatnya permintaan terhadap produk teknologi, semikonduktor, kecerdasan buatan, serta kendaraan menjadi faktor penting yang membantu menjaga performa ekspor negara tersebut. Kondisi ini sekaligus menunjukkan ekonomi China masih memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terjadi sepanjang 2026.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Masuk Nominasi Faskes JKN 2026, Klinik Utama Nabila Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan

POPULARITAS.COM – Fasilitas pelayanan kesehatan Klinik utama Nabila di Kabupaten Pidie Jaya,...

News

Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI untuk Percepat Kepulangan Jemaah Haji

POPULARITAS.COM – Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi memasuki fase...

EkonomiNews

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Terelakkan Akibat Dinamika Global

POPULARITAS.COM – Lonjakan harga Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter memicu respons...

Jampidsus pastikan Pertamax yang dijual di SPBU Pertamina sesuai standar
News

Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250, Warga Bingung dan Pasrah

POPULARITAS.COM – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026)...