POPULARITAS.COM – Pihak Hyrox meminta maaf setelah gelombang kritik publik muncul karena tetap mengizinkan atlet Australia, Joanna Wietrzyk, melanjutkan perlombaan meski buang air besar di celana saat mengikuti ajang tersebut di Beijing pada akhir pekan lalu.
Insiden itu memicu kritikan netizen terhadap keputusan penyelenggara, terutama terkait standar keselamatan, kebersihan dan prosedur penanganan atlet selama perlombaan.
Mengutip India Today, Selasa (15/9/2026), menanggapi kritik tersebut, akhirnya Hyrox mengakui telah melakukan kesalahan dan langsung mengumumkan perubahan aturan serta prosedur penyelenggaraan acara.
Melalui Instagram, salah satu pendiri Hyrox, Moritz Furste, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui Hyrox tidak menangani insiden yang terjadi sebagaimana mestinya.
“Saya meminta maaf kepada semua yang secara langsung atau tidak langsung terpengaruh (insiden tersebut), serta kepada semua orang yang merasa bahwa kami tidak menangani situasi tersebut sebagaimana mestinya,” tulis Moritz.
Furste mengatakan Hyrox seharusnya penyelenggara cepat mengambil tindakan ketika insiden terjadi dalam perlombaan. Ia juga menyebut dirinya bertanggung jawab untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama acara.
“Hyrox melakukan kesalahan karena tidak bereaksi segera selama perlombaan dan merupakan tanggung jawab kami untuk mengantisipasi potensi insiden tetapi gagal melakukannya,” tambahnya.
Furste menambahkan, kini Hyrox telah mulai memperbaiki proses penyelenggaraan acara. Perubahan juga dilakukan terhadap panduan peraturan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mulai memperbaiki proses acara, serta segera melakukan perubahan pada buku peraturan. Saat ini, ada peraturan dan prosedur baru yang diberlakukan untuk mencegah situasi seperti ini terjadi lagi,” katanya.
Furste menegaskan Hyrox akan terus mengevaluasi penyelenggaraan acara dan mengambil pelajaran dari insiden tersebut.
“Kami belajar dan mencoba untuk menjadi lebih baik setiap hari,” tandas Furste.
Permintaan maaf pihak Hyrox rilis ke publik setelah identitas Joanna Wietrzyk tersebar secara online dan memicu munculnya berbagai komentar warganet terhadap sosok Joanna.
Hyrox kemudian dianggap sejumlah pihak seolah membela Joanna dengan memperingatkan pengguna media sosial agar tidak melakukan pelecehan, ujaran kebencian maupun mengancam keselamatan Wietrzyk.
“Tidak ada tempat di komunitas kami untuk ancaman kekerasan atau dorongan untuk menyakiti seorang atlet,” kata Hyrox.









Leave a comment