Home Headline Ibu bersama Bayi di Lapas Lhoksukon Segera Dibebaskan
HeadlineNews

Ibu bersama Bayi di Lapas Lhoksukon Segera Dibebaskan

Share
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh Heni Yuwono mengatakan, pihaknya akan memberikan asimilasi untuk seorang warga binaan, Isma, warga Kabupaten Aceh Utara. Dengan adanya program ini, Isma akan segera bebas.

Ibu berusia 33 tahun itu beberapa waktu lalu menjalani masa tahanan bersama anaknya berusia enam bulan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara terkait UU ITE.

“Nanti yang bersangkutan (Isma) bisa kita asimilasikan. Sehingga bisa menjalani pidananya di rumah. Asimilasi karena terkait dengan Permenkumham nomor 32 tahun 2020,” ujar Heni dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Heni menjelaskan, Isma sebelumnya diputuskan oleh hakim dengan hukuman 3 bulan terkait perkaranya yang melanggar UU ITE. Beberapa waktu lalu, Jaksa mengeksekusi Isma ke Lapas Kelas IIB Lhoksukon.

“Jadi dasar ibu itu dimasukkan ke lapas adalah berdasarkan putusan PN Lhoksukon yang telah dieksekusi oleh kejaksaan dengan masa pidana tiga bulan dipotong selama masa tahanan (tahanan rumah) dihitung 1/5 dari jumlah tahanan yang dijalani,” katanya.

Heni menuturkan, setelah dipotong masa tahanan 21 hari, Isma tinggal menjalani pidana 2 bulan 9 hari lagi. Oleh karena itu, Isma akan dimasukkan dalam program asimilasi Covid-19.

“Karena pidananya di bawah enam bulan maka yang bersangkutan bisa diberikan asimilasi, berdasarkan Permenkumhan nomor 32 tahun 2020,” jelas Heni.

Heni menyampaikan, dalam Pasal 4 disebutkan bahwa syarat seseorang narapidana mendapatkan asimilasi adalah sisa masa pidananya kurang dari enam bulan.

“Maka asimilasi dapat diberikan bagi narapidana yang telah menjalani setengah atau ½ masa pidananya.”

“Jadi ibu itukan sudah menjalani potongan masa tahanan 21 hari dari pidana tiga bulan. Jadi nanti mungkin dalam waktu sekitar tanggal 10 beliau bisa segera diberikan asimilasi,” pungkas Heni.

Untuk diketahui, Isma terjerat UU ITE karena mengunggah video tentang pertengkaran Kepala Desa Lhok Puuk, Bahtiar dengan ibunya. Dalam video itu, kepala Bahtiar sempat dipukul. Video itu lalu viral dan Bahtiar melaporkan pencemaran nama baik dengan UU ITE.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...