Home News Insomnia Picu Risiko Penyakit Jantung Koroner
News

Insomnia Picu Risiko Penyakit Jantung Koroner

Share
Mengenali gejala insomia dan cara mengatasinya
Ilustrasi. (net)
Share

POPULARITAS.COM – Insomnia membuat seseorang sulit tidur, sehingga waktu tidurnya berkurang. Padahal kurang tidur membawa sejumlah efek negatif untuk kesehatan.

Penelitian mengungkapkan, waktu tidur yang kurang dari tujuh jam atau lebih dari sembilan berkaitan dengan penyakit jantung koroner.

Ahli jantung Leslie Cho, MD mengatakan, tidur yang buruk dapat menyebabkan penambahan berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi, dan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis.

Semuanya itu merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Suatu studi besar tentang tidur menemukan fakta pria memiliki tingkat kematian 1,7 kali lipat lebih tinggi apabila waktu tidurnya kurang dari enam jam.

Hal yang sama juga berlaku apabila waktu tidur lebih dari sembilan jam. Waktu tidur terbaik dikatakan selama 7-8 jam. Di sisi lain, studi terhadap 71.000 wanita menemukan, apabila waktu tidur kurang dari lima jam, maka risiko mengembangkan jantung koroner meningkat 1,82 kali lipat.

Sedangkan apabila waktu tidurnya lebih dari sembilan jam, wanita berisiko 1,57 kali lipat lebih tinggi mengembangkan penyakit jantung koroner.

Selain insomnia, masalah tidur lainnya yang berdampak negatif pada jantung adalah sleep apnea. Gangguan tidur ini ditandai dengan dengkuran. “Sleep apnea  dikaitkan dengan beberapa kondisi jantung. Mulai dari fibrilasi atrium, kematian jantung mendadak, tekanan darah tinggi, hingga gagal jantung,” kata Cho.

Sementara itu, studi tahun 2017 menunjukkan gangguan tidur dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner hingga 70 persen.

Bahkan terjadi pula peningkatan kemungkinan risiko terjadinya stroke mencapai 45 persen. Hal itu dikarenakan gangguan tidur. Kondisi yang termasuk gangguan tidur antara lain kualitas tidur yang buruk, tidur berdurasi pendek, sleep apnea, kesulitan untuk tetap tidur, dan penggunaan pil tidur.

“Tidur selama 7-8 jam setiap malam adalah yang terbaik,” ujar Cho. Bagi yang kesulitan tidur, Cho merekomendasikan beberapa cara untuk memperbaiki kebiasaan tidur.

Misalnya berolahraga secara teratur, menghindari tidur siang, tidak minum kafein, dan mematikan perangkat elektronik sebelum tidur.

Selain itu, pertahankan jadwal tidur yang ketat yakni tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Kemudian pada orang yang kelebihan berat badan, mendengkur, atau berhenti bernapas saat tidur, sebaiknya menemui spesialis tidur untuk mengatasi.

“Hindari terburu-buru menggunakan alat bantu tidur yang dijual bebas.” “Bekerja samalah dengan penyedia kesehatan untuk menentukan penyebab sulit tidur dan mendiskusikan solusi,” kata Cho.

Sumber: kompas

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...