POPULARITAS.COM – Teheran mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026), menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Penetapan ini dilakukan di tengah situasi konflik setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran terhadap sejumlah pangkalan militer AS dan fasilitas-fasilitas penting lainnya di negara-negara Teluk.
Di tengah kondisi tersebut, otoritas keagamaan Iran tetap menetapkan akhir Ramadhan berdasarkan pemantauan hilal.
Kantor pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa hasil observasi bulan menunjukkan Ramadan akan genap 30 hari. Dalam pernyataannya disebutkan, “besok, Jumat, akan menjadi hari ke-30 dari bulan suci Ramadhan,” yang kemudian diikuti oleh perayaan Idul Fitri pada hari berikutnya.
Penentuan ini dilakukan berdasarkan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan bulan sabit pertama, sesuai dengan kalender Hijriah.
Pengumuman dari Teheran turut diikuti oleh Irak. Otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut, Ali al-Sistani, juga menetapkan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu.
Kesamaan ini menunjukkan adanya keseragaman dalam metode penentuan awal bulan hijriah di sejumlah negara mayoritas muslim di kawasan tersebut.
Menariknya, hari terakhir Ramadan tahun ini bertepatan dengan perayaan Nowruz, yakni tahun baru yang dirayakan di Iran saat titik balik musim semi.
Nowruz merupakan tradisi kuno yang telah berlangsung selama ribuan tahun dan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Iran.









Leave a comment