Home News ITS Rancang Alat Pendeteksi Gempa Berbasis AI yang Bisa Dipasang di Rumah
NewsTeknologi

ITS Rancang Alat Pendeteksi Gempa Berbasis AI yang Bisa Dipasang di Rumah

Share
ITS Rancang Alat Pendeteksi Gempa Berbasis AI. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat alat pendeteksi gempa bumi berbasis mikrokontroler dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat sistem mitigasi bencana nasional.

Teknologi tersebut mampu mendeteksi getaran tanah secara real-time.

ITS sudah menguji teknologi sensor pendeteksi gempa tersebut yang dilengkapi internet of things (IoT) dan terhubung dengan command center aplikasi.

Aplikasi tersebut dilengkapi prediksi AI untuk mengingatkan instansi terkait mengenai kemungkinan gempa susulan dalam beberapa detik atau menit.

Uji coba teknologi deteksi gempa hasil kolaborasi tim peneliti Departemen Teknik Elektro Otomasi dan Departemen Teknik Sipil ITS itu dilakukan pada prototipe bangunan tahan gempa di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Hasil uji coba menunjukkan sistem bekerja sesuai rancangan. Saat sensor mendeteksi getaran yang melebihi ambang tertentu, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi dan mengaktifkan alarm peringatan.

Informasi geolokasi dan data historis juga ditampilkan melalui situs web atau aplikasi pemantau gempa. Sensor yang telah terpasang akan menjadi ekosistem mitigasi kebencanaan berbasis digital yang terintegrasi dengan aplikasi pemantauan.

Data yang diterima aplikasi melalui sensor saat terjadi bencana dapat digunakan untuk memetakan potensi bencana di sekitar lingkungan. Aplikasi tersebut tidak hanya memantau gempa, tetapi juga ketinggian air sebagai bagian dari mitigasi banjir dan tanah longsor.

Wakil Kepala Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS selaku inovator alat deteksi gempa tersebut, Berlian Al Kindhi mengatakan gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), kembali memperlihatkan pentingnya memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia.

Teknologi tersebut dinilai menjadi urgensi untuk menjawab tantangan mitigasi bencana di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi.

Dosen Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS itu menyebut sensor tersebut memiliki keunggulan pada biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan sensor sejenis yang telah ada di pasaran. Kondisi tersebut memungkinkan sensor dipasang di rumah-rumah masyarakat sehingga peringatan gempa dapat diterima penghuni.

“Sensor ini berbiaya rendah sehingga dapat dikembangkan dan diaplikasikan di berbagai rumah penduduk, sehingga jika nanti terjadi gempa karena banyak korban gempa itu ada di rumah penduduk bukan gedung bertingkat,” kata Berlian.

Dia mengatakan dengan adanya alat sensor pendeteksi gempa, masyarakat akan mudah melakukan mitigasi dan menyelamatkan diri sehingga bisa mengurangi jatuhnya korban.

“Kita bayangkan jika skala satu kelurahan atau desa punya sensor ini korban gempa bisa dimitigasi dan ditekan seminimun mungkin,” katanya.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Dituduh Terlibat Narkoba oleh Amerika, Gubernur Meksiko Mundur dari Jabatannya

POPULARITAS.COM –  Gubernur Sinaloa, Meksiko, Ruben Rocha Moya kembali mengundurkan diri sehari...

News

Stella Christie Kecewa Saat Dengar Rektor Unsoed Peras Ortu Calon Mahasiswa

POPULARITAS.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella...

News

Taufiq Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Aceh

POPULARITAS.COM – Taufiq akan menduduki jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh...

News

Duta GenRe Banda Aceh Didorong Jadi Mitra Pemerintah Suarakan Aspirasi Anak Muda

POPULARITAS.COM – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong Duta Generasi...