Home News Jokowi Diminta Kaji Pembubaran Kemensos Seperti era Gus Dur
News

Jokowi Diminta Kaji Pembubaran Kemensos Seperti era Gus Dur

Share
Jokowi klaim RI tak dikenai sanksi FIFA terkait tragedi Kanjuruhan
Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
Share

Manager Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi memberi usul kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkaji opsi pembubaran Kementerian Sosial (Kemensos) seperti era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Badiul mengatakan pembubaran jadi opsi yang patut dipertimbangkan setelah dua menteri terjerat korupsi pengadaan bantuan sosial. Selain Juliari Batubara, KPK juga pernah menyeret Bachtiar Chamsyah pada 2010.

“Kalau kemudian dibubarkan, saya kira juga bukan pilihan yang buruk ketika memang fakta hasil evaluasi yang dilakukan oleh presiden dan timnya mengarah ke sana,” kata Hadi seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Selasa (8/12).

Hadi menyarankan Kementerian Sekretariat Negara untuk segera melakukan kajian soal hal tersebut. Menurutnya, pemerintah bisa belajar dari pengalaman pemerintahan Gus Dur saat membubarkan Departemen Sosial dua dekade lalu.

Jika Kemensos dibubarkan, Hadi menilai peran kementerian itu bisa digantikan lembaga ad hoc, sehingga program untuk kesejahteraan sosial tetap bisa berjalan.

“Efektivitasnya masih harus dikaji lagi, apakah dengan badan khusus ad hoc. Misalnya kasus covid, bencana alam, itu dibentuk lembaga sifatnya ad hoc,” ujar Hadi.

Opsi lainnya adalah mengevaluasi program reformasi birokrasi secara menyeluruh. Hadi menilai reformasi birokrasi yang dijanjikan Jokowi sejak 2014 terbukti gagal karena empat menteri dicokok KPK.

“Perlu dievaluasi lebih baik agar ke depan reformasi birokrasi benar-benar terealisasi. Indikator reformasi birokrasi salah satunya menurunnya angka korupsi di kementerian,” ujar Hadi.

Kantor Staf Presiden (KSP) meminta publik tak gegabah mendesak pemerintah membubarkan Kementerian Sosial. Desakan pembubaran Kemensos menyeruak usai Juliari Batubara menjadi tersangka korupsi bansos penanganan Covid-19.

Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian mengatakan kasus hukum Juliari di KPK merupakan persoalan pribadi bukan lembaga Kemensos secara keseluruhan.

“Saya kira jangan kemudian disapu bersih dengan institusinya (dibubarkan). Saya kira, kita cari sosok berintegritas yang bisa memimpin kementeriannya,” kata Donny saat dihubungi, Senin (7/12).

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSepakbola

4 Pemimpin Dunia Hadiri Final Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Sejumlah presiden dan pemimpin dunia dikabarkan akan menghadiri laga final...

NewsSosial dan Budaya

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Drama Ibu dan Anak Sarat Emosi

POPULARITAS.COM – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga melalui film Takkan Kubiarkan...

NewsStyle

Jumlah Followers Hotman Paris Langsung Berkurang Seusai Jadi Pengacara Febrie

POPULARITAS.COM – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum eks...

NewsSosial dan Budaya

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026   

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional dengan meraih...