POPULARITAS.COM – Kepala Stasiun Geofisika (Kasgeof) Kelas III BMKG Mata Ie, Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan durasi gerhana bulan total (GBT) kali ini, akan berlangsung selama lima jam lebih pada Ahad, 7 September 2025. Fase awal gerhana penumbra diperkirakan terjadi pada pukul 22.26 WIB dan berakhir pada pukul 03.56 WIB.
“Durasi keseluruhan gerhana hingga selesai mencapai lima jam 26 menit 39 detik,” kata Andi Azhar, Sabtu (6/9/2025).
Azhar merincikan, fase gerhana penumbra akan mulai terjadi pada pukul 22.26 WIB, disusul fase gerhana sebagian pukul 23.26 WIB. Kemudian gerhana total diperkirakan berlangsung mulai pukul 00.30 WIB hingga puncaknya pada 01.11 WIB. Gerhana total berakhir pukul 01,53 WIB, sebahagian berakhir 02.56 WIB dan penumbra berakhir 03.56 WIB.
Ia menjelaskan gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, bulan sejajar atau satu garis lurus.
“Saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah terjadi akibat hamburan Rayleigh pada atmosfer Bumi,” ucapnya.
Ia menyebutkan gerhana bulan pada 7 September 2025 ini merupakan anggota ke-41 dari 71 anggota pada seri saros 128. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah gerhana bulan pada 28 Agustus 2007.
Gerhana berikutnya yang serupa akan kembali terjadi pada 19 September 2043.
BMKG menyebutkan hampir seluruh wilayah Aceh, mulai dari Banda Aceh, Sabang, Jantho, Calang, Meulaboh, hingga Subulussalam akan dapat menyaksikan fenomena ini dengan jelas jika cuaca mendukung.
Tahun 2025, menurutnya, terjadi empat kali gerhana. Gerhana Bulan Total (GBT) pernah terjadi pada 14 Maret 2025 dengan fase akhir dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia Timur. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 29 Maret 2025 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
GBT 7 September 2025 yang dapat diamati dari Indonesia dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 21 September 2025 dapat diamati dari Indonesia.
Andi Azhar memberikan tips mengamati gerhana bulan total, yaitu dari lokasi terbuka dan minim cahaya lampu kota. Kemudian bisa juga diabadikan menggunakan kamera atau ponsel, dan bahkan dapat dilihat langsung dengan mata.
“Manfaatkan momen gerhana untuk bersyukur menambah keimanan. BMKG juga menyiarkan secara langsung melalui kanal resmi gerhana.bmkg.go.id,” ucapnya.
Kepala Stasiun Geofisika (Kasgeof) Kelas III BMKG Mata Ie, Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob saat gerhana terjadi.
“Terjadi pasang maksimum air laut yang berpotensi memicu banjir rob di beberapa kawasan pesisir,” kata Andi
Dampak gerhana bulan selain banjir rob adalah indikasi polusi udara. Apabila semakin merah penampakan bulan, artinya polusi udara di bumi semakin tinggi.
Gerhana bulan yang berwarna merah ini disebabkan oleh pantulan cahaya matahari di sebagian permukaan bulan.
Gerhana bulan juga turut menaikkan ritme jantung pada manusia. Tak hanya itu, gerhana bulan juga turut meningkatkan jumlah populasi nyamuk seperti genus Aedes, Anopheles, Culex dan Psorophora.











Leave a comment