Kasus dugaan perusakan hp jurnalis di Banda Aceh berakhir damai

POPULARITAS.COM – Kasus dugaan perusakan alat kerja berupa handphone wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya dengan salah satu personel polisi saat meliput aksi demo kenaikan BBM oleh mahasiswa UIN Ar-Raniry yang ricuh di depan DPRA, Rabu (7/9/2022) lalu, berakhir damai.

Kapolresta Banda Aceh, Komisaris Besar Polisi Joko Krisdiyanto dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (14/9/2022) mengatakan, kasus tersebut terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan karena di tengah keributan massa yang melakukan aksi di depan DPRA.

“Tidak ada keinginan personel kami melakukan hal yang merusak barang milik wartawan, tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Beberapa waktu lalu rekan-rekan media sudah melihat bukti yang telah dipaparkan oleh Kasatreskrim,” kata Joko.

Perwira menengah Polri ini menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, dan perwakilan Serambi Indonesia di Mapolresta Banda Aceh.

Pertemuan tersebut turut didampingi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Komisaris Polisi M Ryan Citra Yudha dan Kasat Intelkam, Komisaris Polisi Suryo Sumantri Darmoyo.

Sebelumnya, Kamis (8/9/2022), upaya mediasi juga sudah dilakukan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Komisaris Polisi M Ryan Citra Yudha bersama sejumlah jurnalis dan pengurus AJI Banda Aceh di salah satu warung kopi di kota itu.

Hasil mediasinya, personel polisi tersebut mengakui bahwa sempat bersinggungan dengan wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya hingga menyebabkan Hp-nya jatuh dan pecah LCD.

Mediasi yang berlangsung santai tersebut juga memperlihatkan dan mengumpulkan sejumlah bukti foto hingga rekaman CCTV saat kejadian itu berlangsung.

Kapolresta Banda Aceh, Joko Krisdiyanto menyerahkan hp ke wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya di mapolresta setempat, Selasa (13/9/2022). Foto: Ist

Akhirnya, dalam mediasi tersebut didapatkan satu kesepahaman bahwa peristiwa itu terjadi tanpa kesengajaan karena sedang dalam situasi rusuh. Kedua pihak sepakat berdamai, dan ditutup dengan pertemuan bersama Kapolresta Banda Aceh.

Meski tanpa unsur kesengajaan, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto meminta maaf atas peristiwa yang mengakibatkan terjatuhnya Hp jurnalis Serambi Indonesia tersebut.

“Saya mohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu yang menyebabkan terjatuhnya HP milik wartawan Serambi Indonesia,” ujarnya.

Mantan Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Aceh itu menyampaikan bahwa media merupakan mitranya kepolisian yang selalu bekerjasama dengan Polresta Banda Aceh, diharapkan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini terus berjalan baik.

Selain menyampaikan permohonan, Joko juga menggantikan Hp wartawan yang rusak tersebut, sehingga tetap semangat menjalankan aktivitasnya memberikan informasi kepada masyarakat.

“Hari ini kita gantikan HP milik wartawan Serambi, agar nantinya semangat lagi untuk meliput kembali,” kata Joko.

Sementara, Kepala Divisi Advokasi AJI Banda Aceh, Rahmat Fajri alias Jerry menyampaikan, selama ini hubungan kemitraan antara media di Aceh dengan kepolisian sangat baik, sehingga diharapkan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi ke depannya.

Peristiwa ini, kata dia, juga menjadi pelajaran bagi teman-teman jurnalis saat meliput di lapangan, apalagi di tengah kondisi kericuhan harus dapat menjaga keselamatan sendiri. Serta harus menggunakan tanda pengenal (id card pers).

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Polresta Banda Aceh yang telah menyelesaikan persoalan ini, sehingga selesai dengan cepat dan berjalan baik,” kata Jerry.

Sementara, Ketua Advokasi PWI yang diwakili Fauzul Husni juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Polresta Banda Aceh yang bergerak cepat mencari titik temu terkait permasalahan ini.

“Terima kasih kepada Kapolresta atas gerakan cepat, semoga hubungan kemitraan ini terus berjalan baik, apalagi kita memang selalu bertemu di lapangan saat menjalankan tugas masing-masing,” pungkas Fauzul.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto secara langsung menyerahkan handphone baru kepada jurnalis Serambi Indonesia Indra Wijaya sebagai pengganti hp-nya yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.