Home News Kemenkes Siapkan Skema Booster Vaksin 2022 Berbayar
News

Kemenkes Siapkan Skema Booster Vaksin 2022 Berbayar

Share
Vaksinasi di Banda Aceh Convention Hall. (Ist)
Share

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan skema pemberian booster alias vaksin virus corona (Covid-19) dosis tiga kepada masyarakat umum mulai 2022 dengan mekanisme berbayar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menyebut skema pemberian booster berbayar ini diambil lantaran pemerintah tak sanggup menanggung seperti pada biaya pemberian dosis satu dan dua.

“Skema booster ini sudah kami buat sekalipun memang pemerintah tidak mampu ya melakukan pembayaran semua penduduk seperti sekarang ini. Jadi akan kita prioritaskan terutama yang masuk BPJS itu yang penerima bantuan iuran, masyarakat miskin,” kata Maxi dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Selasa (7/9/2021).

Maxi mengatakan urgensi pemberian booster vaksin bagi nontenaga kesehatan belum tinggi. Ia meminta masyarakat memahami fokus pemerintah saat ini memberikan booster kepada tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar virus corona.

Menurutnya, booster vaksin untuk masyarakat umum juga belum diimbau oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) lantaran masih banyak negara belum mendapat akses vaksin Covid-19. Ia menyebut rata-rata capaian vaksinasi Covid-19 dunia masih di bawah 10 persen.

“Jadi sekalipun Amerika sudah selesai dosis tiga pun, tapi negara lain belum ada yang divaksin, itu kan masih mengkhawatirkan. Karena mobilitas sekarang cepat dari satu negara ke negara lain,” ujarnya.

Booster atau dosis tiga vaksin Covid-19 berbayar yang dibicarakan Maxi tersebut sebelumnya sempat disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pada 25 Agustus lalu.

Budi mengatakan booster vaksinasi masyarakat umum sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ada dua skema pembiayaan booster vaksin Covid-19 tersebut.

Pertama, peserta BPJS Kesehatan golongan penerima bantuan iuran (PBI) akan dibiayai negara. Kedua, pembayaran mandiri oleh masyarakat yang tak masuk dalam golongan PBI. Budi menjamin harga vaksin booster tidak akan mahal, sekitar Rp100 ribu.

“Artinya tidak sampai Rp100 ribu. Sekitar Rp100 ribuan dan bisa dilakukan yang bersangkutan,” kata Budi beberapa waktu lalu.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Sumut Ekspor Lidi Tembus Rp 197 Miliar, Peminat Utamanya Pakistan

POPULARITAS.COM – Ekspor lidi sawit asal Sumatera Utara diminati berbagai negara, nilai...

InternasionalNews

Hyrox Minta Maaf Seusai Viral Insiden Atlet Buang Air Besar Saat Lomba

POPULARITAS.COM – Pihak Hyrox meminta maaf setelah gelombang kritik publik muncul karena...

News

Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Dewan Ajukan Perlindungan ke LPSK RI

POPULARITAS.COM – Korban dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh...

News

Seorang Wisatawan Malaysia Hilang Saat Diving di Sabang

POPULARITAS.COM – Seorang wisatawan asal Malaysia bernama Ho Wee Han (49), dilaporkan...