Home News Kepala Daerah Diingatkan Untuk Tingkatkan Serapan Anggaran Covid-19
News

Kepala Daerah Diingatkan Untuk Tingkatkan Serapan Anggaran Covid-19

Share
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). - Antara
Share

POPULARITAS.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk meningkatkan penyerapan anggaran penanganan pandemik COVID-19 di setiap daerah.

“Mohon perhatian, seperti yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, banyak yang masih rendah penyerapan anggarannya untuk penanganan COVID-19. Oleh karena itu saya minta ini betul-betul dipacu,” kata Wapres seperti dilansir laman Antara, Kamis (22/7/2021).

Imbauan tersebut disampaikan Wapres Ma’ruf saat memberikan pengarahan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Jatim dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Jatim.

Wapres juga meminta jajaran pemda segera melakukan perbaikan data penduduk, khususnya terkait data penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah.

Penyaluran bansos kepada masyarakat terdampak COVID-19 di Jawa Timur masih rendah, sehingga Wapres meminta Khofifah mendukung bupati dan wali kota untuk memperbaiki data masyarakat penerima manfaat tersebut.

“Masih rendahnya penyaluran bansos memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Jatim untuk melakukan percepatan, melalui perbaikan data terutama kelengkapan data NIK dari penerima manfaat,” tutur Wapres menjelaskan.

Wapres juga meminta Pemprov Jatim meningkatkan kinerja untuk memperbaiki pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kini mulai menggunakan kategori level.

“Diperlukan upaya tambahan agar pelaksanaan pembatasan dapat lebih baik lagi,” ucap Wapres.

Sementara itu, Khofifah melaporkan case fatality rate (CFR) di Jatim turun dari 7,24 persen menjadi 6,61 persen, sedangkan kasus aktif COVID-19 naik signifikan dari 5,68 persen menjadi 19,49 persen.

Peningkatan kasus aktif tersebut, lanjut Khofifah, antara lain disebabkan kenaikan jumlah pengetesan mencapai lima hingga enam kali lipat setiap harinya.

“Mulai Senin lalu, ketika terjadi peningkatan eksponensial karena kenaikan testing hingga lima sampai enam kali lipat per harinya, angka yang terkonfirmasi mengalami peningkatan,” ungkap-nya.

Meski kasus aktif naik, Khofifah mengatakan keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit tidak mengalami kenaikan atau dalam kondisi flat.

“Tingkat keterisian rumah sakit, baik ICU maupun ruang isolasi biasa, relatif flat,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...