POPULARITAS.COM – Banjir bandang yang melanda Kampung Blang Awee, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya pada Rabu (26/11/2025) meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.
Nora (25), salah satu pengungsi, menceritakan bagaimana air yang awalnya terlihat biasa berubah menjadi arus deras yang menghanyutkan pemukiman.
Nora sempat memilih bertahan di dalam rumah bersama keluargan lain. Namun hanya dalam beberapa jam, gelombang banjir bandang kedua kembali menyapu kawasan pemukiman dan memaksa mereka mengungsi dalam kondisi panik.
“Banjir pertama pukul 2 malam tapi airnya tidak deras. derasnya mulai setengah 6 pagi,” kata Nora saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu (29/11/2025).
Nora mengaku bahwa saat air mulai masuk, warga masih berada di dalam rumah karena belum mengetahui bahwa banjir kali ini akan jauh lebih parah dari biasanya.
Menurut Nora kawasan tersebut memang sesekali dilanda banjir, namun hanya sebatas di sekitar aliran sungai dan tidak pernah masuk hingga ke pemukiman.
“Biasanya sampai sungai, tidak sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Namun pada hari itu, air naik begitu cepat hingga melewati kepala orang dewasa. Warga yang panik berusaha menyelamatkan diri. “Ada yang naik ke atap rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar Nora menggambarkan situasi yang terjadi di tengah gelap dan derasnya arus.
Banyak rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hancur tersapu banjir bercampur lumpur. Sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. “Untuk pakaian saja rata-rata tertimbun lumpur. Karena itu sekarang kami sangat membutuhkan pakaian,” ujar Nora.











Leave a comment