POPULARITAS.COM – Harga Bitcoin kembali bergairah seusai ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mereda. Kesepakatan awal yang dicapai kedua negara untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz berhasil meningkatkan optimisme investor dan mendorong aliran dana kembali masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Data CoinMarketCap pada Selasa (16/6/2026) pukul 19.20 WIB menunjukkan, harga Bitcoin berada pada level US$ 66.619 atau naik sekitar 0,55% dalam 24 jam. Kenaikan ini menandai pemulihan yang cukup signifikan setelah pada pekan lalu Bitcoin sempat tertekan hingga berada di bawah level US$ 60.900. Bahkan pada Senin (15/6/2026), harga Bitcoin sempat naik sekitar 2%.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai meredanya konflik di Timur Tengah telah mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko global. Kondisi tersebut membuat investor kembali berani mengambil posisi pada instrumen investasi dengan volatilitas tinggi.
“Pada saat risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia, di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan kinerja positif. Pada Senin (15/6/2026), Ethereum naik sekitar 5,1% menjadi US$ 1.758, Solana menguat 6,6% ke level US$ 72,6, sedangkan XRP melonjak 7,1% menjadi US$ 1,2.
Meski sentimen pasar saat ini membaik, Aloysia mengingatkan investor untuk tidak mengabaikan berbagai faktor lain yang masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga aset digital.







Leave a comment