Home Ekonomi Ketua ICMI Sedih Masih Banyak Orang Miskin di Aceh
EkonomiNews

Ketua ICMI Sedih Masih Banyak Orang Miskin di Aceh

Share
Kegiatan diskusi yang digelar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (30/12/2019). (ANTARA/HO-Dok. ICMI Aceh)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Prof Dr Ir Teuku Abdullah Sany, MEng menegaskan bahwa Aceh harus bangkit melalui industri pertanian rakyat dan produksi makanan halal.

“Aceh tidak boleh lagi seperti selama ini, masih banyak angka kemiskinan dan pengangguran. Saya beberapa hari ini masuk – keluar kampung, sedih saya melihat masih banyak orang miskin dengan rumah-rumah yang tidak layak huni,” ujar Teuku Abdullah Sany dalam siaran pers, Rabu, 1 Januari 2020.

Untuk itu, ia berharap agar ICMI Aceh tidak boleh berdiam diri dan harus berperan aktif untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga berjanji akan membantu menghadirkan teknologi pertanian rakyat dan produksi makanan halal ke Aceh beserta ahlinya, agar dapat mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Segala sumberdaya ada di Aceh, menurut Teuku Abdullah Sany saat ini dalam kualitas yang baik. Adanya fakta kemiskinan di Aceh, kata dia, sungguh sangat mengherankan sehingga harus ada intervensi inovasi teknologi untuk membangkitkan ekonomi Aceh.

Sementara itu, Ketua ICMI Aceh Prof Dr Farid Wajdi MA mengatakan keberadaan Aceh saat ini pada ranking terburuk intoleransi akan menimbulkan pengaruh di banyak sektor, termasuk bidang investasi, pariwisata, dan lain-lain.

Ia mengaku sependapat dengan Teuku Abdullah Sany yang menegaskan Aceh harus bangkit, harus maju dengan pertumbuhan ekonomi yang laju.

“Dengan kekayaan alam yang luar biasa dan keuangan Aceh yang demikian besar, maka Aceh harus maju. Pemerintah Aceh harus berupaya keras agar angka kemiskinan dapat dieliminasi serendah mungkin. Harus dibawah dua digit,” kata Farid Wajdi menambahkan.

Kegiatan diskusi tersebut juga turut dihadiri Prof Yusni Sabi, Prof Syafei Ibrahim, Dr Taqwaddin Husin, Dr Teuku Safir, Dr Sofyan Gani, Dr Bustami, Azwar Umri, Fauzi Umar, Tgk Jarimin, Teuku Kamaruzzaman, Syarifah Rahmatullah, Naimah Hasan.* (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Raih penghargaan Pemred Award 2026, Bank Aceh komit bangun komunikasi publik terbuka dan akuntable
News

Raih penghargaan Pemred Award 2026, Bank Aceh komit bangun komunikasi publik terbuka dan akuntable

POPULARITAS.COM – PT Bank Aceh Syariah terus berkomitmen untuk bangun komunikasi publik...

NewsSepakbola

4 Pemimpin Dunia Hadiri Final Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Sejumlah presiden dan pemimpin dunia dikabarkan akan menghadiri laga final...

NewsSosial dan Budaya

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Drama Ibu dan Anak Sarat Emosi

POPULARITAS.COM – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga melalui film Takkan Kubiarkan...

NewsStyle

Jumlah Followers Hotman Paris Langsung Berkurang Seusai Jadi Pengacara Febrie

POPULARITAS.COM – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum eks...