POPULARITAS.COM – Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli mengatakan data sementara korban meninggal dunia akibat bencana banjir melanda kabupaten setempat bertambah menjadi 78 jiwa. Sedangkan 51 orang lainnya dinyatakan hilang.
“Korban yang hilang masih terus dicari,” kata Muntasir Ramli, Senin(1/12/2025).
Muntasir mengatakan, korban banjir di Aceh utara mencapai 119.830 dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 41.135 jiwa. Semetara jumla pengungsi 107.305 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 32.547 jiwa.
Para pengungsi prioritas, lanjut Muntasir, ibu hamil 71 jiwa, balita 573 jiwa, lansia 582 jiwa dan disabilitas 12 jiwa. “Sedangkan lokasi pengungsian tersebar di 221 titik,” ujarnya.
Muntasir mengatakan, bencana banjir di Aceh Utara diakibatkan oleh kedangkalan sungai, cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan tinggi selama 5 (lima) hari berturut turut .
Selain itu, kata Muntasir, disertai jebolnya tebing sungai Krueng Pase di Kecamatan Samudera dan Nibong, Krueng Peutou di Lhoksukon dan meluapnya sungai Krueng Keureuto, Krueng Ajo, Krueng Nisam, Krueng Langkahan, Krueng Jambo Aye dan Krueng Sawang
“Menyebabkan kerusakan infrastruktur publik, pemukiman penduduk, Fasilitas Pendidikan umum dan agama, sawah, tambak, pusat aktifitas pemerintahan dan kegiatan ekonomi masyarakat hancur akibat diterjang oleh banjir kondisi saat ini,” ujarnya.
Selain itu, Muntasir menyebutkan adapun kerusakan rumah, berat 66 unit, sedang 67 unit dan ringan 60 unit. sawah terendam 12.782 hektar dan tambak 10.653 hektar, tanggul rusak 57 titik.
Kemudian, jembatan rusak 27 unit sekolah rusak 101 unit dan Box Culver ruas jalan paya Bakong – Pante Bahagia
Muntasir menambahkan hampir 90 perssn wilayah Aceh Utara lumpuh total dari 27 Kecamatan dan 852 Desa.Kondisi saat ini kata Muntasir, kecamatan yang masih terisolasi yaitu, Langkahan, Seuneddon, Baktia, Baktia Barat, Pirak Timu, Lapang, Samudera, Tanah Pasir, Sawang.











Leave a comment