POPULARITAS.COM – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang 4 Juli 2025 di Texas, Amerika Serikat, terus bertambah. Data terbaru, tunjukkan bahwa sebanyak 100 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian atas kemungkinan bertambahnya korban-korban lainnya.
Salah satu tragedi paling memilukan terjadi di Camp Mystic, sebuah perkemahan musim panas khusus remaja perempuan, yang terletak di tepi Sungai Guadalupe. Sedikitnya 27 gadis dan konselor tewas saat banjir menerjang perkemahan tersebut pada libur panjang Hari Kemerdekaan AS, Jumat (4/7/2025).
Gubernur Texas Greg Abbott memperingatkan bahwa ancaman banjir masih tinggi, mengingat hujan terus turun di tanah yang telah jenuh air. Operasi penyelamatan melibatkan 1.750 personel, perahu, helikopter, anjing pelacak, dan relawan masih berlangsung.
Presiden Donald Trump menyebut banjir ini sebagai bencana 100 tahun dan mengumumkan deklarasi bencana besar, yang memungkinkan pencairan dana federal dan bantuan darurat.
baca juga : 13 orang tewas dan 23 lainnya hilang saat banjir bandang di Texas Amerika Serikat
Trump dijadwalkan mengunjungi Texas pada Jumat depan, sementara Gedung Putih mengecam kritik yang menyalahkan pemotongan anggaran lembaga cuaca sebagai penyebab melemahnya sistem peringatan dini.
“Menuding Presiden Trump atas bencana ini adalah tindakan keji,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, seraya menegaskan bahwa Badan Cuaca Nasional (NWS) telah mengeluarkan prakiraan dan peringatan yang akurat.
Namun, beberapa warga dan pakar menyoroti kegagalan sistem penyebaran peringatan, terutama di wilayah yang dikenal sebagai “Lorong Banjir Bandang”atau daerah rawan banjir di Texas tengah dan selatan.
Kerr County, tempat Camp Mystic berada, menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 84 korban jiwa, termasuk 28 anak-anak. Camp Mystic sendiri menampung sekitar 750 peserta saat banjir melanda secara tiba-tiba pada Jumat dini hari.
“Air naik begitu cepat hingga menembus jendela kabin,” kata seorang saksi mata.
Boneka beruang, selimut, dan barang pribadi para remaja ditemukan tertutup lumpur.
Seorang warga San Antonio, Nicole Wilson, yang nyaris mengirim kedua putrinya ke Camp Mystic, meluncurkan petisi di Change.org mendesak Gubernur Abbott mengadopsi sistem peringatan modern. “Lima menit sirene bisa menyelamatkan semua anak itu,” ujarnya.
Menurut laporan, hujan deras yang biasanya turun selama berbulan-bulan turun hanya dalam beberapa jam pada Kamis malam hingga Jumat pagi. Akibatnya, Sungai Guadalupe meluap hingga 26 kaki (sekitar 8 meter) hanya dalam 45 menit, melebihi tinggi bangunan dua lantai.
Para relawan dan keluarga korban terus menyisir puing-puing di sepanjang sungai. “Pesan terakhir yang diterima orang tua dari dua anak yang hilang adalah Kami tersapu, lalu sambungan telepon terputus,” kata relawan Louis Deppe kepada AFP.
Banjir ini menandai salah satu bencana alam paling mematikan di Texas dalam satu dekade terakhir, dan memicu desakan luas untuk reformasi sistem peringatan bencana serta peningkatan kesiapsiagaan nasional.










Leave a comment