POPULARITAS.COM – Dunia internasional diguncang operasi militer berskala besar yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Venezuela, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Pasukan khusus AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah serangan dini hari di ibu kota Caracas.
Melansir AP, operasi yang disebut bernama Southern Spear itu dilaporkan dimulai sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Pasukan elite AS, termasuk Delta Force dan SEAL Team 6, melakukan infiltrasi ke Caracas dengan dukungan serangan udara presisi untuk melumpuhkan sistem pertahanan.
Sejumlah laporan media menyebutkan Maduro ditangkap di sebuah lokasi persembunyian bersama istrinya, Cilia Flores.
Tak lama setelah penangkapan, Maduro disebut langsung diterbangkan ke Florida, AS, menggunakan pesawat militer guna menghadapi proses hukum di pengadilan federal. Hingga kini, otoritas AS belum merinci secara lengkap tahapan teknis operasi tersebut.
Ketegangan antara Washington dan Caracas telah memuncak sejak akhir 2025. Pemerintah AS menuding Maduro terlibat dalam jaringan narkoterorisme internasional yang dikenal sebagai Cartel of the Suns, serta menuduhnya bekerja sama dengan kelompok bersenjata dalam penyelundupan narkotika.
Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS juga meningkatkan tekanan melalui sanksi ekonomi, terutama terhadap sektor energi Venezuela, dan memperbesar hadiah informasi penangkapan Maduro hingga US$ 50 juta.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai keberhasilan besar bagi keamanan nasional AS dan rakyat Venezuela.
Pada pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa penangkapan Maduro merupakan langkah penegakan keadilan.
“Hari ini, keadilan telah ditegakkan. Penangkapan Maduro adalah kemenangan bagi rakyat Venezuela dan keamanan nasional AS,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.
Sebelum penangkapannya, Maduro sempat mengecam keras AS dan menuduh Washington bertindak secara imperialis serta berupaya menguasai sumber daya minyak Venezuela.
“AS bertindak seperti pencuri dan bajak laut. Mereka hanya ingin menguasai cadangan minyak kami, tetapi kami tidak akan pernah tunduk,” ucapnya.











Leave a comment