Home Hukum Lagi, Kepala Daerah Kena OTT, Kali Ini KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
HukumNews

Lagi, Kepala Daerah Kena OTT, Kali Ini KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Share
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah pada Selasa (28/7/2026). Kali ini, Tim Satgas KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dikonfirmasi wartawan terkait OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Rabu (29/7/2026).

Fitroh belum membeberkan lebih detail dugaan tindak pidana yang membuat Bupati Anom Widiyantoro dibekuk tim Satgas KPK. Termasuk, jumlah pihak yang terjaring OTT serta nominal uang tunai yang diamankan. Satgas KPK dikabarkan masih berada di lapangan.

KPK nanti akan membawa Bupati Anom ke gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Lembaga antikorupsi memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Anom dan pihak lain yang ikut terjaring OTT.

Sepanjang 2026, KPK sudah menangkap 11 kepala daerah dalam OTT. Dugaan modus korupsi para kepala daerah tersebut beragam, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi.

Para kepala daerah yang terjaring OTT dan sedang diproses hukum KPK adalah Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.

Kemudian Bupati Muara Enim Edison, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby, Bupati Langkat Syah Afandin, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi kepala daerah ke-12 yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2026. Belum diketahui terkait kasus apa politisi Partai Golkar itu diringkus Satgas KPK.

Anom Widiyantoro merupakan profesional yang lama berkarier di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) sebelum terjun ke dunia politik.

Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Maret 1970 itu dilantik sebagai bupati Pemalang periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 setelah memenangi Pilkada Pemalang 2024 bersama wakilnya, Nurkholes. Pasangan tersebut memperoleh 278.043 suara atau 44,51% dari total suara sah.

Setelah resmi menjabat sebagai bupati Pemalang, Anom mengusung berbagai program pembangunan daerah. Namun, masa kepemimpinannya kini dibayangi proses hukum setelah KPK menangkapnya dalam OTT pada Selasa (28/7/2026).

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....

InternasionalNews

Pasar Saham Israel Bisa Merosot Tajam jika Netanyahu Terpilih Lagi

POPOULARITAS.COM – Pasar saham Israel berpotensi menghadapi tekanan jika Perdana Menteri Benjamin...

News

Sirkulasi Siklonik Terdeteksi di Utara Aceh, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi...

News

Polres Pidie Jaya gagalkan pengangkutan ilegal 290 liter solar subsidi

POPULARITAS.COM – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, menggagalkan pengangkutan ilegal...