Home News Lemang, Menu Favorit Berbuka Puasa di Aceh
NewsSosial dan Budaya

Lemang, Menu Favorit Berbuka Puasa di Aceh

Share
Lemang, menu favorit saat ramadan. Poto : Fauzan | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Aroma khas lemang menyambut pengunjung di sebuah lapak sederhana di kawasan Jalan Garuda, Kota Banda Aceh. Hidangan tradisional yang hingga kini tetap menjadi menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa.

Di Provinsi Aceh, lemang bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Untuk menghasilkan Lemang dengan cita rasa legit, membutuhkan waktu dua jam untuk memasaknya dengan cara dibakar pakai bara api. Bahan utamanya, beras ketan, santan, dan beberapa bahan lainnya.

Beras ketan dicuci bersih, kemudian dicampur dengan santan, dan bahan lainnya, selanjutnya, dimasukkan kedalam potongan bambu yang didalamnya telah dilapis dengan daun pisang.

Ukuran panjang bambu rata-rata 60 cm hingga 80 cm, dan pada saat proses pembakaran, tidak boleh ditinggal, agar proses matangnya sempurnah

Bagi banyak orang, membeli lemang menjelang berbuka juga menjadi bagian dari pengalaman Ramadan. Selain rasanya yang lezat, lemang juga praktis dan mengenyangkan setelah seharian berpuasa.

Salah seorang warga Banda Aceh, Raisul mengaku hampir setiap Ramadan selalu membeli lemang untuk menu berbuka bersama keluarga. Menurutnya, lemang memiliki cita rasa khas yang sulit tergantikan.

“Kalau berbuka tanpa lemang rasanya kurang lengkap,” kata Raisul, Jumat (27/2/2026).

Di tengah maraknya makanan modern, eksistensi lemang tetap bertahan. Bahkan, banyak pelaku usaha kini mulai berinovasi dengan menghadirkan lemang dalam kemasan praktis tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.

Ramadan pun menjadi momentum bagi para penjual untuk meningkatkan pendapatan. Permintaan lemang biasanya melonjak drastis, terutama menjelang akhir pekan dan hari-hari terakhir puasa.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi. Jika pembeli ingin membeli per batang bambu, harganya berkisar Rp130.000. Namun, ada juga yang sudah dipotong-potong dan dijual dengan harga Rp30.000 per potong.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...