POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyesalkan pemadaman listrik yang berkepanjangan bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak pada investasi yang ingin ditanam di Aceh.
Hal ini disebutkan Mualem menanggapi pemadaman listrik yang terjadi Sabtu (15/11/2025) disejumlah kabupaten/kota di Aceh mengalami padam listrik. Pemadaman serupa sebelumnya juga terjadi pada akhir September 2025 lalu.
“Pastilah, mengganggu investasi. Merusak barang elektronik di rumah, itu menjadi suatu beban juga,” kata Mualem usai kepada awak media usai pelantikan Baitul Mal Aceh periode 2025-2030, Senin (17/11/2025).
Selain itu, Mualem meminta PLN memperbaiki layanan listrik di Aceh menyusul sering terjadinya gangguan kelistrikan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan investasi
“Kita harus maklum dan juga PLN harus betul-betul serius melayani masyarakat. Karena kita lihat listrik kita surplus,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, PT PLN (Persero) mengklaim seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah normal kembali 100 persen pada pada Minggu (16/11/2025) siang, setelah sehari sebelumnya sebagian wilayah di Aceh gelap akibat padamnya arus listrik.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra menjelaskan, personel gabungan lintas unit PLN di Aceh dikerahkan untuk merespons gangguan dan bekerja 24 jam guna mempercepat penormalan pasokan listrik.
“Hingga saat ini, seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah berhasil pulih sepenuhnya,” kata Eddi Saputra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/11/2025).
Eddi mengatakan, petugas PLN tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya prioritas pada sektor vital seperti rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga pusat-pusat pelayanan publik.
Eddi menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan, sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal sebagaimana biasanya.
Eddi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan dan sekaligus apresiasi atas kesabaran dan pengertian seluruh masyarakat Aceh selama proses pemulihan berlangsung.









Leave a comment