Home News Marak Situs FIFA Palsu Jelang Piala Dunia 2026, Begini Cirinya
NewsSepakbola

Marak Situs FIFA Palsu Jelang Piala Dunia 2026, Begini Cirinya

Share
Share

POPULARITAS.COM – Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan kepada penggemar sepak bola terkait maraknya situs web palsu yang menyamar sebagai situs resmi FIFA.

Ancaman ini diperkirakan meningkat seiring antusiasme publik terhadap turnamen yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Beberapa pertandingan Piala Dunia 2026 juga akan digelar di Houston dan sejumlah kota besar lain di Amerika Utara. Situasi tersebut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat berbagai situs penipuan yang menargetkan penggemar sepak bola dari seluruh dunia.

Dalam pengumuman layanan publik yang dirilis FBI, masyarakat diminta berhati-hati terhadap situs palsu yang menggunakan kata “FIFA” pada alamat URL mereka. Banyak dari situs tersebut dibuat sangat mirip dengan situs resmi sehingga sulit dibedakan oleh pengguna biasa.

FBI menjelaskan pelaku ancaman siber umumnya membuat domain tiruan dengan sedikit perubahan pada alamat situs resmi. Teknik ini dikenal sebagai typo squatting, yakni memanfaatkan kesalahan ketik pengguna internet untuk mengarahkan korban ke situs penipuan.

Sebagai contoh, pelaku dapat menggunakan alamat, seperti “fiffa.com” atau memanfaatkan domain alternatif, seperti .org, .xyz, .live, hingga .sale untuk menipu korban. Ada pula situs palsu berkedok portal lowongan kerja, seperti “jobs-fifa.com” atau “fifa-hiring.com”.

Menurut FBI, tujuan utama situs palsu tersebut adalah mencuri data pribadi dan keuangan pengguna. Informasi yang dikumpulkan dapat berupa nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, hingga data perbankan dan pembayaran.

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk pencurian identitas, pembukaan akun palsu, hingga berbagai bentuk penipuan finansial lainnya.

Selain mencuri data, situs-situs tersebut juga kerap menawarkan tiket pertandingan Piala Dunia palsu, paket perhotelan fiktif, layanan perjalanan, hingga merchandise yang sebenarnya tidak pernah dikirimkan kepada pembeli.

FBI menyebut pelaku memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 untuk menjalankan skema penipuan dalam skala besar. Bahkan, sejumlah perusahaan keamanan siber internasional telah menemukan ratusan situs phishing yang berkaitan dengan turnamen tersebut.

Perusahaan keamanan siber Group-IB dan Bitdefender melaporkan adanya kampanye malvertising bertema Piala Dunia yang disebarkan melalui Google Search, Facebook Ads, Telegram, dan WhatsApp.

Salah satu operasi besar yang terdeteksi dilacak oleh Group-IB dengan nama “Ghost Stadium”. Operasi ini diduga berkaitan dengan aktor ancaman asal China dan menggunakan lebih dari 300 situs phishing yang meniru portal resmi FIFA untuk menjual tiket premium palsu.

Sementara itu, Bitdefender sejak Februari 2026 telah mengamati peningkatan aktivitas penipuan digital yang memanfaatkan merek Piala Dunia. Targetnya mencakup pengguna di Inggris, Portugal, Spanyol, Aljazair, AS, Kanada, Meksiko, Brasil, Jerman, hingga Australia.

Bentuk penipuannya beragam, mulai dari penjualan merchandise palsu, perlengkapan sepak bola, barang koleksi, layanan streaming ilegal, hingga penawaran stiker Panini palsu.

Kasus serupa sebenarnya bukan pertama kali terjadi menjelang ajang olahraga besar dunia. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, peneliti keamanan siber juga menemukan banyak situs palsu yang menawarkan tiket pertandingan, hotel, dan paket wisata palsu kepada penggemar sepak bola.

Tidak hanya Piala Dunia, penipuan digital serupa juga kerap muncul menjelang Olimpiade, Liga Champions, hingga konser internasional berskala besar.

Pelaku biasanya memanfaatkan lonjakan pencarian internet dan antusiasme masyarakat untuk menyebarkan phishingmalware, maupun iklan palsu. Oleh karena itu, FBI meminta masyarakat lebih berhati-hati saat mencari tiket atau layanan terkait Piala Dunia 2026 secara online.

Dikutip dari Bleepingcomputer, Jumat (29/5/2026), untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan, FBI menyarankan pengguna mengetik langsung alamat resmi “fifa.com” di browser dan tidak mengakses situs dari tautan mencurigakan.

Pengguna juga diminta menghindari tautan berlabel “disponsori” di mesin pencari, seperti Google, Bing, maupun Yahoo karena pelaku sering memanfaatkan iklan berbayar untuk menempatkan situs palsu di posisi teratas hasil pencarian.

Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan bookmark untuk mengakses situs resmi FIFA agar tidak salah membuka domain palsu. FBI juga mengingatkan agar pengguna tidak mudah percaya pada tautan yang dikirim melalui pesan langsung, email, Telegram, WhatsApp, maupun media sosial lainnya.

Pengguna diminta tidak memasukkan data sensitif, seperti informasi kartu kredit, rekening bank, atau identitas pribadi sebelum memastikan situs yang diakses benar-benar resmi dan aman.

Apabila menemukan dugaan penipuan atau menjadi korban situs palsu terkait Piala Dunia 2026, masyarakat diminta segera melaporkannya ke Internet Crime Complaint Center (IC3) milik FBI.

Dalam laporan tersebut, korban dianjurkan menyertakan detail, seperti alamat domain palsu, riwayat komunikasi, bukti transaksi, hingga metode pembayaran yang digunakan agar pihak berwenang dapat menindak situs penipuan tersebut lebih cepat.

Dengan tingginya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026, ancaman siber diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna internet menjadi langkah penting untuk menghindari kerugian finansial maupun pencurian data pribadi.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Berawal dari Kaki, Menjadi Rahasia Tubuh Tetap Nyaman Beraktivitas

POPULARITAS.COM – Sering kali kita lebih fokus merawat kulit wajah, menjaga postur...

KesehatanNews

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

POPULARITAS.COM – Keputusan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri tidak semata-mata...

News

Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah, Anaknya: Lebih Hina dari Hina

POPULARITAS.COM – Putra sulung Hotman Paris Hutapea, Frank Alexander meluapkan rasa kekecewaannya...

NewsSepakbola

Prancis Vs Inggris: Jadwal, Kick-off, dan Siaran Langsung Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Perjalanan Timnas Prancis dan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memang tidak...