Home News Maskapai China Geram Usai Dilarang Lewat Rusia, Khawatir Harga Tiket Naik
NewsTransportasi dan Logistik

Maskapai China Geram Usai Dilarang Lewat Rusia, Khawatir Harga Tiket Naik

Share
Maskapai Penerbangan China. Poto : HO | Wikipedia
Share

POPULARITAS.COM – Sejumlah maskapai besar China pada Selasa (14/10/2025) menentang rencana Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang akan melarang penerbangan mereka melintasi wilayah udara Rusia pada rute menuju dan dari AS.

Maskapai-maskapai itu menilai langkah tersebut akan memperpanjang waktu penerbangan, menaikkan harga tiket, serta berpotensi mengganggu jadwal perjalanan penumpang.

Rencana larangan ini diajukan oleh Departemen Transportasi AS (USDOT) pekan lalu, dengan alasan bahwa waktu tempuh yang lebih singkat melalui Rusia memberi maskapai China keunggulan dibandingkan operator Amerika.

Eastern, salah satu dari enam maskapai yang mengirim surat protes ke USDOT, menyatakan dalam pengajuan resminya bahwa keputusan tersebut bisa menambah waktu penerbangan di beberapa rute penting hingga dua hingga tiga jam.

Maskapai ini menekankan bahwa langkah tersebut “secara signifikan meningkatkan risiko penumpang melewatkan koneksi penerbangan dan menambah konsumsi bahan bakar.”

Air China dan China Southern menambahkan bahwa larangan itu akan berdampak buruk bagi banyak penumpang di AS maupun China. China Southern memproyeksikan setidaknya 2.800 penumpang yang dijadwalkan terbang pada musim liburan puncak antara 1 November hingga 31 Desember harus diubah jadwalnya, “membahayakan rencana perjalanan mereka.”

Di sisi lain, United Airlines mendesak Pemerintah AS untuk memperluas larangan itu kepada Cathay Pacific, maskapai berbasis Hong Kong yang juga melintasi Rusia dalam penerbangan ke AS.

United menyebut pembatasan ini membuat mereka “secara efektif dilarang melanjutkan layanan nonstop ke China pada rute-rute sebelumnya seperti Newark/New York, Washington DC, dan Chicago.

Maskapai China sendiri sebelumnya tidak dilarang dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pangsa pasar mereka dibandingkan maskapai non-China di rute internasional.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan, pembatasan ini “tidak kondusif bagi pertukaran antarwarga.”

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...