Home Internasional Masoud Pezeshkian : Akhiri perang, Iran sangat kuat
Internasional

Masoud Pezeshkian : Akhiri perang, Iran sangat kuat

Share
Masoud Pezeshkian : Akhiri perang, Iran sangat kuat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. FOTO : Xinhua/Shadati
Share

POPULARITAS.COM – Iran saat ini dalam keadaan kuat dan stabil. Opsi menghentikan perang adalah pilihan terbaik. Dunia internasional juga tahu, bahwa Amerika Serikat tak mampu melawan, serta hanya menghancurkan fasilitas publik, seperti sekolah dan rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pidatonya di acara Sidang Umum ke-31 Asosiasi Islam Perhimpunan Medis Iran, di Teheran, Jumat 21 Agustus 2026, dikutip dari Xinhua.

“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang, saat kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, dan seluruh dunia mengakui kemenangan kita serta menegaskan bahwa AS, yang melanggar semua peraturan (internasional), telah menyerang sekolah, rumah sakit serta infrastruktur kita, dan dibenci di seluruh dunia,” katanya.

Pezeshkian menggambarkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani antara Iran dan AS pada Juni sebagai sesuatu yang “terhormat dan berharga”, seraya menekankan bahwa tidak ada satu pun ketentuan dalam MoU tersebut yang mengisyaratkan penyerahan diri dan bahwa semua kewajiban menjadi tanggung jawab pihak lain.

Dia mengatakan bahwa apa yang dicapai dalam perundingan dengan AS merupakan “pencapaian besar”, yang disetujui dengan semangat “persatuan dan solidaritas” di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, dan seluruh anggota dewan tersebut membelanya dengan tegas.

Namun, sang presiden menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah jika diserang kembali, seraya mengatakan, “Kita tidak akan tunduk pada tindakan intimidasi dalam keadaan apa pun, dan tidak ada keraguan mengenai hal itu.”

“Kita akan melawan mereka hingga napas terakhir dan akan memberikan respons yang menghancurkan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para komandan militer dan angkatan bersenjata Iran “dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih” telah siap sepenuhnya untuk membela negara.

Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU tentang penghentian perang mereka di semua front di Timur Tengah. Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada Senin (17/8), untuk mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara bulan lalu.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Awali Pidato di Forum ASEAN, Menteri Singapura Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

POPULARITAS.COM – Menteri Hukum sekaligus Menteri Dalam Negeri Kedua Singapura Edwin Tong...

Update gempa Kolombia : 304 tewas dan 4.545 terluka
Internasional

Update gempa Kolombia : 304 tewas dan 4.545 terluka

POPULARITAS.COM – Jumlah korban tewas akibat gempa di Kolombia pada 10 Agustus...

Di pertemuan BRICS, Indonesia sebut negara maju lepas tanggungjawab atasi polusi dan perubahan iklim
Internasional

Di pertemuan BRICS, Indonesia sebut negara maju lepas tanggungjawab atasi polusi dan perubahan iklim

POPULARITAS.COM – Menteri lingkungan hidup negara-negara anggota BRICS, gelar pertemuan di New...

InternasionalNews

Presiden Iran Kirim Pesan Belasungkawa untuk Gempa NTT  dan Tawarkan Bantuan

POPULARITAS.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa bumi...