POPULARITAS.COM – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan aktivitas perdagangan di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, telah kembali berjalan normal setelah terdampak banjir pada November 2025 lalu.
Kepastian tersebut disampaikan seusai peninjauan langsung ke sejumlah pasar rakyat dan ritel di Pidie yang kini telah beroperasi penuh. Dalam kunjungan kerja tersebut, mendag yang akrab disapa Busan juga meninjau beberapa toko, di antaranya Toko Telur Mas, Toko UD Amir, dan Toko Maya Baru.
“Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di Pidie tercatat sesuai harga eceran tertinggi (HET) Zona 2, yakni, beras medium Rp 14.000 per kilogram, beras premium Rp 15.000 per kilogram, dan beras SPHP Bulog Rp 12.600 per kilogram.
Selain beras, sejumlah komoditas juga terpantau berada di bawah harga acuan (HA), seperti daging ayam ras Rp 30.000 per kilogram, telur ayam ras Rp 28.000 per kilogram, bawang merah Rp 35.000 per kilogram, bawang putih honan Rp 35.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 30.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp 50.000 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng rakyat merek Minyakita, harga terpantau sesuai HET yakni Rp 15.700 per liter. Menurut mendag, stok Minyakita cukup banyak karena distribusi dari Bulog berjalan lancar ke pedagang pasar.
Sementara itu, harga komoditas lain yang relatif stabil antara lain, tepung terigu Rp 14.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 17.100 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 23.000 per liter.
Untuk gula pasir, harga tercatat Rp 19.000 per kilogram atau sedikit di atas harga acuan. Kenaikan ini diduga dipicu oleh pasokan yang sebagian besar dikirim dari Medan, Sumatera Utara, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.
Mendag Budi Santoso mengapresiasi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pascabanjir. “Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga terjaga, kegiatan ekonomi dan perdagangan sudah kembali aktif,” pungkasnya.
Pulihnya aktivitas perdagangan di Pidie menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi Aceh, terutama menjelang dan selama Ramadan 2026.











Leave a comment