POPULARITAS.COM – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh mencatat terjadi peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Aceh pada 2025 dibandingkan 2024. Brunei Darussalam masih menjadi negara paling banyak penempatan.
Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan berdasarkan data rekap penempatan, pada 2024 terdapat 203 orang yang berangkat ke luar negeri, sedangkan 2025 jumlahnya naik menjadi 213 orang.
“Sehingga total penempatan selama dua tahun terakhir mencapai 416 orang,” kata Siti Rolijah, Kamis, (23/10/2025).
Dia menyampaikan negara tujuan terbanyak bagi PMI asal Aceh tahun ini yakni Brunei Darussalam, Jepang, dan Malaysia.
Brunei Darussalam menjadi tujuan utama dengan 121 orang pada 2025, meningkat dari sebelumnya yang hanya 80 orang pada 2024. Sementara Jepang turun dari 49 orang pada 2024 menjadi 46 orang pada 2025 dan begitu juga Malaysia dari dari 57 menjadi 15 orang.
Selain tiga negara tersebut, Siti Rolijah mengatakan, terdapat juga penempatan ke negara lain yang meningkat dari 17 orang pada 2024 menjadi 31 orang pada 2025.
Jenis pekerjaan yang paling banyak diminati antara lain buruh pertanian 46 orang, industri otomotif 38 orang, pekerja restoran 35 orang, pekerja konstruksi 31 orang, dan juru masak 30 orang. Selain itu, 236 orang bekerja di berbagai bidang lain.
Siti Rolijah mengatakan PMI asal Aceh terbanyak berasal dari Bireuen yakni 66 orang, disusul Pidie 55 orang, Aceh Utara 51 orang, Lhokseumawe 34 orang, dan Aceh Tamiang 27 orang.
BP3MI Aceh terus memperkuat sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat untuk mencegah penempatan ilegal.
Tiga tahun terakhir, sebutt Siti Rolijah, BP3MI telah menjangkau lebih dari 10.000 orang melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, swasta, serta lembaga pendidikan dan pelatihan di seluruh Aceh.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur penempatan yang benar dan melindungi calon pekerja migran dari praktik ilegal,” kata Siti Rolijah.









Leave a comment