Home News Merapi Muntahkan 7 Guguran Lava, Meluncur hingga 1,9 Km
News

Merapi Muntahkan 7 Guguran Lava, Meluncur hingga 1,9 Km

Share
Merapi Muntahkan 7 Guguran Lava, Meluncur hingga 1,9 Km. Foto : HO/VOI | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM –  Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Minggu (9/8/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat tujuh kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Guguran lava tersebut teramati mengarah ke sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi, yakni Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, aktivitas Merapi masih menunjukkan adanya suplai magma. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memicu awan panas guguran.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” kata Agus dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat 19 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 milimeter dan durasi 46,82-195,79 detik. Terekam pula 15 kali gempa hybrid atau fase banyak serta dua kali gempa vulkanik dangkal.

Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi teramati mencapai 125 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar Merapi selama periode pengamatan dilaporkan cerah dan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara berkisar 13,2-17,8 derajat celsius dengan kelembapan 78,3-85,6 persen.

BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya guguran lava dan awan panas berada di sejumlah sektor.

Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara itu, sektor tenggara mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

BPPTKG juga mengingatkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Merapi.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk zona potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama ketika hujan turun di sekitar Gunung Merapi.  Selain itu, masyarakat di sekitar Merapi diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

JMSI Dukung Penuh Pelaksanaan HPN 2027

POPULARITAS.COM – Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari...

InternasionalNews

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di Sidang PBB

POPULARITAS.COM – Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari aula Sidang ke-81...

KesehatanNews

Pikiran Positif Bikin Menua Sehat Setelah 65 Tahun

POPULARITAS.COM – Banyak orang mengira bertambahnya usia selalu diiringi penurunan kemampuan diri....

News

23 Unit Rumah Warga Bener Meriah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

POPULARITAS.COM – Angin puting beliung menerjang sejumlah permukiman warga di Kecamatan Bukit,...