Home Headline Meretas damai Ukraina vs Rusia di Turki
HeadlineInternasional

Meretas damai Ukraina vs Rusia di Turki

Share
Meretas damai Ukraina vs Rusia di Turki
Perundingan damai putaran ketiga antara Rusia dan Ukraina digelar di Istanbul, Turkiye, pada 23 Juli 2025. FOTO : Xinhua/Kementerian Luar Negeri Turkiye
Share

POPULARITAS.COM – Istana Ciragan, Istanbul, Turkiye, Rabu 23 Juli 2025, terlihat sibuk dan tidak seperti biasanya. Malam itu, sejumlah utusan penting dari Rusia dan Ukraina hadir ditempat itu. Masing-masing utusan membicarakan agenda penting, meretas perdamaian dari perang yang nyaris tiga tahun tanpa henti.

Ajudan Kepresidenan Rusia Vladimir Medinsky dan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov masing-masing memimpin delegasi Rusia dan Ukraina.

Usai pembicaraan itu, Medinsky mengatakan kepada para reporter bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk saling bertukar masing-masing 1.200 tawanan perang.

Rusia telah memulangkan 7.000 jenazah tentara Ukraina yang gugur dan siap memulangkan 3.000 lainnya, urai Medinsky.

Dia juga menyampaikan bahwa pihak Rusia mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja daring dengan Ukraina untuk menangani isu politik, kemanusiaan, dan militer.

Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak akan dipertimbangkan hingga proses-proses tertentu rampung, imbuhnya.

Menyusul pembicaraan itu, Zelensky menulis di platform media sosial X bahwa pertukaran tahanan tahap kesembilan diadakan “hari ini,” yang melibatkan lebih dari 1.000 orang dari pihak Ukraina, termasuk tahanan yang “menderita sakit parah dan terluka parah.”

“Sangat penting bahwa pertukaran tersebut terus berlangsung,” tulis Zelensky.

Dalam pidato pembukaan di perundingan damai tersebut, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyerukan kepada kedua delegasi agar melakukan negosiasi yang berorientasi pada hasil yang ditujukan untuk mewujudkan gencatan senjata dan pada akhirnya mengakhiri perang.

“Tujuan kami adalah untuk mengakhiri perang berdarah ini, yang telah menimbulkan kerugian besar, sesegera mungkin,” tutur Fidan.

Dua putaran perundingan sebelumnya telah digelar di Istanbul, masing-masing pada 16 Mei dan 2 Juni. Meski membuahkan pertukaran ribuan tawanan perang dan jenazah tentara yang gugur, kedua perundingan itu hanya menghasilkan sedikit kemajuan dalam mewujudkan gencatan senjata. 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

InternasionalNews

Teheran Siapkan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama 3 Hari

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kota Teheran mengumumkan rencana penyelenggaraan prosesi pemakaman untuk Ayatollah...

Kapal Perang Prancis tahan kapal Rusia, Jubir : Ini pelanggaran internasional
Internasional

Kapal Perang Prancis tahan kapal Rusia, Jubir : Ini pelanggaran internasional

POPULARITAS.COM – Kapal Perang Prancis, Minggu 31 Mei 2026, tahan kapal Tagor...

InternasionalNews

5 Tewas, Akibat Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan

POPULARITAS.COM – Insiden meledaknya pabrik milik perusahaan pertahanan utama Korea Selatan, Hanwha...