Home News Pansus DPRA Temukan Pasien IGD RSUDZA Terlantar hingga Berhari-hari
News

Pansus DPRA Temukan Pasien IGD RSUDZA Terlantar hingga Berhari-hari

Share
Tim Pansus DPRA saat melakukan kunjungan kerja ke RSUZA. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM –Tim Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (Pansus DPRA) menemukan pelayanan buruk saat berkunjung ke Rumah Sakit Daerah Zainoel Abidin (RSUZA).

“Kita mengamati bahwa pelayanan pasien di Ruang Instansilasi Gawat Darurat (IGD) itu terkadang-kadang sampai 2-3 hari, baru dipindahkan ke Ruang Rawat Inap,” kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Fuadri, Jumat (8/5/2026).

Fuadri menilai kondisi tersebut merupakan bentuk pelayanan yang kurang baik. Bahkan secara aturan, kata dia, pasien tidak boleh lebih dari 6 jam di Ruang IGD.

Untuk itu, Fuadri mendorong agar pihak manajemen RSUDZA berpikir keras agar mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

“Apabila masih ada ruangan yang bisa diberdayakan, dapat dimanfaatkan untuk pasien di Ruang IGD tidak menumpuk terlalu lama,” ujarnya.

Tim Pansus DPRA, kata Fuadri, juga menemukan masalah klasik di Ruang Rawat Inap, terutama di kelas 3. Di mana pendingin ruangan atau AC tidak berfungsi dan membuat ketidaknyamanan bagi pasien.

“Ini aneh. Justru seluruh keluarga pasien yang dirawat di ruang rawat inap kelas 3 tersebut harus membawa kipas angin sendiri ke ruang rawat inap,” ucapnya.

Menurut Fuadri, kondisi kurang baik dan kurang menarik untuk dipertahankan. Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Aceh harus turun tangan dan mengambil inisiatif.

“Atau bahkan memberikan prioritas agar persoalan AC ini segera diselesaikan. Karena persoalan AC ini sudah berlangsung lebih kurang sudah lima tahun,” katanya.

Menurut Fuadri, kondisi yang memprihatinkan itu menjadi pekerjaan rumah atau PR bagi Pemerintah Aceh dan manajemen RSUDZA. Ia meminta pihak rumah sakit jangan membuat perencanaan yang ngawur.

“Seharusnya apa yang dibutuhkan itu yang diusulkan dalam perencanaan. Anehnya, ini yang tidak terlalu penting itu yang dibelanjakan. Tapi yang memang ini begitu penting dan sangat prioritas ini diabaikan,” katanya.

Ia mencontohkan belanja yang tidak penting dilakukan seperti video tron pada tahun 2025. Video tron tersebut dipasang di pinggir jalan dan nilainya juga itu miliaran. Ini pemborosan anggaran, karena video tron bukan prioritas utama bagi pasien.

“Yang dibutuhkan rasa nyaman, kemudian pelayanan yang baik. Itu yang diharapkan oleh masyarakat kita yang sakit, yang butuh pelayanan di RSUZA. Mungkin itu menjadi catatan penting bagi manajemen rumah sakit plat merah ini,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...