Home News Pegawai Gaji Rp5 Juta Dapat BLT, Guru Honorer Dipertanyakan
News

Pegawai Gaji Rp5 Juta Dapat BLT, Guru Honorer Dipertanyakan

Share
Ilustrasi, tenaga honorer. (Foto: sieedoo.com)
Share

POPULARITAS.COM – Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Ledia Hanifa menyinggung nasib guru honorer yang terlupakan oleh pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 pada Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (25/8).

Ledia membandingkan nasib guru honorer dengan pekerja swasta. Ia menyinggung kebijakan bagi 13,8 juta orang pekerja swasta.

“Ada bantuan untuk non-PNS bergaji di bawah Rp5 juta mendapat Rp600 ribu. Yang harus kita pikirkan sebetulnya adalah guru honorer, baik di institusi pemerintah maupun di instansi swasta,” kata Ledia seperti dilansir laman CNN, Rabu (26/08/2020).

Ledia berkata guru honorer tak pernah mendapatkan bantuan sosial khusus selama pandemi. Dia menilai pemerintah hanya berfokus ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam menyalurkan bansos.

Anggota Komisi X DPR RI itu menyarankan pemerintah untuk merumuskan bansos khusus bagi para guru honorer. Dia mengusulkan agar bantuan itu dianggarkan dalam APBN 2021.

“Kita belum bisa selesaikan status mereka, tapi jangan sampai kesejahteraan mereka kita lupakan,” tegasnya.

DPR mempertanyakan nasib guru honorer yang tidak mendapat bantuan sebagaimana pekerja swasta bergaji di bawah Rp5 juta. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki

Sebelumnya, pemerintah berencana menggelontorkan Rp37,8 triliun untuk bantuan sosial bagi pekerja swasta bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan Rp600 ribu per bulan akan diberikan ke 13,8 juta orang selama empat bulan.

Menkeu Sri Mulyani menyebut ada rencana memasukkan guru honorer dalam program bantuan itu. Namun rencana itu masih dalam tahap pembahasan antara Kemendikbud dan Kemenpan-RB.

“Ada isu seperti guru honorer yang dimasukkan ke dalam mereka yang mendapatkan manfaat (bantuan Rp600 ribu) ini. Baik yang sudah terdaftar dalam BP Jamsostek maupun yang sekarang dalam proses penyempurnaan melalui database yang ada di Kemendikbud maupun Kemenpan-RB,” kata Sri Mulyani.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...