Home News Pemko Banda Aceh kutip lapak pedagang takjil Rp5 ribu per hari, Kadis Koperasi dan UMKM : Jika ada pungutan liar silahkan lapor
News

Pemko Banda Aceh kutip lapak pedagang takjil Rp5 ribu per hari, Kadis Koperasi dan UMKM : Jika ada pungutan liar silahkan lapor

Share
Pemko Banda Aceh kutip lapak pedagang takjil Rp5 ribu per hari, Kadis Koperasi dan UMKM : Jika ada pungutan liar silahkan lapor
Masyarakat Banda Aceh saat membeli takjil untuk berbuka puasa. FOTO : popularitas.com/Fauzan
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Samsul Bahri menegaskan bahwa pengutipan dana hingga ratusan ribu rupiah kepada para pedagang kuliner di kawasan Kampung Baru adalah pungutan pembohong.

Seyogyanya, kata dia, pungutan bagi pedagang kaki lima (PKL) dilakukan oleh petugas menggunakan tiket retribusi resmi. “Kalau ada pungutan tanpa tiket retribusi, itu di luar pungutan resmi alias pungutan pembohong,” kata Samsul Bahri di Banda Aceh, Selasa (4/3/2025).

Menurut Samsul, kutipan ilegal tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika itu benar-benar terjadi di lapangan, dia memastikan itu pungutan pembohong. Untuk itu, dia meminta masyarakat dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang.

Masih menurut Samsul, terkait retribusi bagi PKL, berpegang pada Peraturan Wali Kota Banda Aceh nomor 1 tahun 2022.  “Di situ diatur dengan jelas mengenai tarif retribusi bagi PKL, yakni Rp 5.000 per lapak per hari,” ujarnya.

Khusus untuk PKL di kawasan Kampung Baru (eks Bioskop Garuda) diperkuat lagi dengan SK Wali Kota Banda Aceh nomor 53 tahun 2025 tentang penetapan lokasi sementara penjualan daging meugang dan kuliner Ramadhan 1446 H.

Selain itu, Samsul menyebutkan PKL yang telah ditetapkan tarif retribusi sesuai aturan yang berlaku melalui BLUD UPTD Pasar mengutip biaya retribusi Rp 5 ribu, bukan ratusan ribu. b“Dan petugas juga memberikan bukti berupa tiket pembayaran resmi kepada para pedagang,” ujarnya.

Atas hal pungutan pembohong tersebut, ia pun kembali mengimbau masyarakat terutama para PKL untuk dapat melaporkan kepada pihak yang berwenang. “Karena tentu saja hal ini sangat merugikan masyarakat, terlebih pungutan pembohong termasuk ke dalam tindak pidana atau melawan hukum,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...

KriminalitasNews

Polisi Amankan Mobil Diduga Angkut 600 Liter Bio Solar Subsidi di Banda Aceh

POPULARITAS.COM –  Polisi mengamankan sebuah mobil Kia Travello yang diduga mengangkut sekitar...

News

Kejati Aceh Tangani Sembilan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menangani penyidikan sembilan kasus dugaan tindak...