Home News Pemulihan Hak Korban Konflik Harus Jadi Prioritas Memperkuat Perdamaian
News

Pemulihan Hak Korban Konflik Harus Jadi Prioritas Memperkuat Perdamaian

Share
Ketua KKR Aceh, Afridal Darmi. (ist)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh telah membuat laporan yang memuat pola, motif dan latar belakang dan dampak dari konflik bersenjata di Aceh.

Pengungkapan itu telah dilakukan dengan pengambilan pernyataan korban sebanyak 4.530 korban dan/atau keluarganya. Hasil kerja KKR Aceh periode 2016 – 2021.

Kemudian merekomendasikan reparasi yang mendesak sebanyak 245 orang kepada Pemerintah Aceh yang telah ditindaklanjuti melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor: 330/1209/2020, tentang Penetapan Penerima Reparasi Mendesak Pemulihan Hak Korban Pelanggaran HAM.

Sedangkan terkait rekonsiliasi masih dalam penyusunan konsep yang berbasis kearifan lokal Aceh.

“4 hal penting kepada pemerintah, pemerintah Aceh dan DPR Aceh, yaitu pertama rekomendasi perubahan kebijakan (politik, hukum dan administrasi), kedua, reparasi, ketiga rekonsiliasi berbasis kearifan lokal dan keempat, tindakan lainnya yang dipandang perlu,” kata Ketua KKR Aceh, Afridal Darmi dalam keterangannya, Sabtu (15/08/2020).

Rekomendasi ini, kata Afridal wajib ditindak lanjuti oleh Pemerintah sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan HAM agar peristiwa kelam yang terjadi di masa konflik tidak terulang kembali di masa depan.

“Mohon dukungan semua pihak untuk mewujudkan dan memperkuat damai Aceh yang berkeadilan dan bermartabat buat semua,” ujarnya.

Diketahui, Nota Kesepahaman Damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di MoU Helsinki, Finlandia yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2005 telah memasuki tahun yang ke -15.

MoU di Helsinki memiliki makna yang fundamental bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat korban yang telah mengalami penderitaan dan trauma yang panjang akibat konflik bersenjata selama kurun waktu tahun 1976 – 2005. “Maka dari itu,  pemulihan hak korban harus menjadi agenda prioritas untuk memperkuat perdamaian Aceh,” ujarnya. (dani/ril)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...