Home News Peneliti Jepang teliti tiga masa krisis di Aceh
News

Peneliti Jepang teliti tiga masa krisis di Aceh

Share
Peneliti Jepang teliti tiga masa krisis di Aceh
Ilustrasi, pandangan dari udara memperlihatkan kota Banda Aceh yang hancur akibat tsunami Aceh, 28 Januari 2005. BNPB mencatat 166.080 orang tewas dan 6.245 lainnya hilang akibat disapu gelombang tsunami. REUTERS/Kimimasa Mayama
Share

POPULARITAS.COM – Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala bersama dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) melakukan kolaborasi penelitian dengan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University, Jepang.

Penelitian ini terkait ketahanan keluarga di Aceh dalam menghadapi tiga krisis, yaitu saat masa konflik GAM-RI, Tsunami 2004, dan Pandemi Covid-19.

Prof. Nishi Yoshimi dari CSEAS selaku Ketua Tim Penelitian dalam keterangannya, Sabtu (25/2/2023), menyampaikan, penelitian ini sangat unik dan hanya bisa dilakukan di Aceh, karena hanya daerah ini yang mengalami tiga krisis dalam kurun waktu setengah abad ini.

“Awalnya saya terinspirasi dari sahabat saya di Aceh yang memiliki keluarga yang cukup besar sebagai keluarga inti, namun manajemen di dalam keluarga beliau sangat baik dan harmonis, sehingga muncul ide penelitian ini,” kata Nishi.

Hasil penelitian awal tersebut, kata Nishi, telah dipaparkan dalam workshop yang berlangsung di USK Banda Aceh, Kamis (23/2/2023).

Ia menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan cerita-cerita keluarga Aceh dengan menyorot bagaimana cara bertahan dalam melewati ketiga krisis tersebut yang nantinya akan digabungkan dalam sebuah buku.

Menurutnya, masyarakat Aceh senang sekali bercerita, mereka menyampaikan pengalaman-pengalamannya lewat bertutur. Namun seiring berjalan waktu, cerita-cerita ini bisa menghilang dan tidak tersampaikan lagi ke anak-cucu mereka karena ingatan yang berkurang ataupun meninggal.

“Sangat disayangkan jika pengalaman-pengalaman penting yang pernah dialami dan bisa menjadi informasi penting untuk generasi selanjutnya, lama-kelamaan menghilang. Maka dari itu, kami ingin membantu menyimpan cerita-cerita ini dalam buku agar informasi tersebut tersimpan dan bisa disebarkan ke banyak orang,” lanjut Nishi.

Nishi Yoshimi telah mengenal dan sangat konsen pada kehidupan dan sejarah Aceh sejak 1996.

Peneliti asal Jepang yang sudah sangat mahir berbahasa Indonesia ini pernah menjadi mahasiswa tamu di Universitas Syiah Kuala selama tiga tahun dan sejak saat itu Aceh menjadi wilayah fokus penelitiannya.

Nishi Yoshimi saat ini merupakan salah satu dosen di Kyoto University dan Tim Peneliti CSEAS untuk Indonesia.

Share
Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...