Home News Peneliti Sebut Lubang Ozon Antartika Salah Satu yang Terbesar
NewsTeknologi

Peneliti Sebut Lubang Ozon Antartika Salah Satu yang Terbesar

Share
Peneliti Sebut Lubang Ozon Antartika Salah Satu yang Terbesar
Sebuah lubang pada lapisan ozon di atas Antartika muncul lebih awal dari biasanya pada 2007, demikian disampaikan badan cuaca PBB. (ANTARA News/ Reuters)
Share

POPULARITAS.COM – Lubang ozon di atas Antartika telah mencapai ukuran maksimum tahunannya dan merupakan salah satu yang terbesar dan terdalam dalam beberapa tahun terakhir, menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

“Ilmuwan dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service mengonfirmasi bahwa lubang ozon di atas Antartika adalah salah satu yang terbesar dan terdalam dalam beberapa tahun terakhir,” kata juru bicara WMO Clare Nullis kepada wartawan di Jenewa, Selasa (6/10/2020).

Nullis mengatakan lapisan ozon melindungi manusia dari sinar UV matahari yang berbahaya.

Setiap tahun pada bulan Agustus, di awal Musim Semi Antartika, lubang ozon mulai tumbuh dan mencapai puncaknya sekitar Oktober.

“Penipisan ozon berhubungan langsung dengan suhu di stratosfer. Ini karena awan stratosfer kutub, yang memiliki peran penting dalam perusakan kimiawi ozon, hanya terbentuk pada suhu di bawah -78 Celcius,” kata Nullis.

Penipisan ozon bergantung pada suhu yang sangat dingin. Oleh karena itu, semakin dingin suhu di stratosfer di atas Antartika, semakin besar lubang ozonnya.

“Udara berada di bawah minus 78 Celcius dan ini adalah suhu yang Anda butuhkan untuk membentuk awan stratosfer dan proses ini cukup rumit,” kata Nullis.

“Tetapi pada dasarnya, es di awan ini memicu reaksi yang kemudian dapat merusak zona ozon. Jadi, karena itulah kami melihat lubang ozon besar tahun ini. ”

Penipisan ozon di benua Antartika pertama kali terlihat pada 1985.

Meskipun lubang tumbuh, para ahli yakin bahwa sejak pembatasan halokarbon perusak ozon diperkenalkan melalui Protokol Montreal, lubang tersebut perlahan-lahan pulih.

Proyeksi iklim menunjukkan bahwa lapisan ozon akan kembali ke level 1980 pada 2060.

“Protokol Montreal, yang secara efektif menghapus zat pemakan ozon, adalah salah satu perjanjian lingkungan yang paling efektif dan sukses sepanjang masa. Namun, kami tidak bisa berpuas diri,” kata Nullis.[]

Sumber: Anadolu/ Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...