Home News Penjelasan GM Hermes Soal Penggerebekan Pesta Sabu di Kamar Hotel
News

Penjelasan GM Hermes Soal Penggerebekan Pesta Sabu di Kamar Hotel

Share
GM Hermes Palace, Syafrial Munas.
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – General Manager (GM) Hotel Hermes Palace, Syafrial Munas mengakui adanya penggerebekan yang dilakukan oleh aparat gabungan di hotel tersebut, pada Rabu dini hari 2 Oktober 2019 kemarin.

Dalam penggrebekan itu, aparat menciduk empat oknum TNI dan enam orang warga sipil beserta barang bukti narkoba jenis sabu dan alat hisapnya.

Baca: POM IM Gerebek Pesta Sabu di Hotel Kawasan Lampineung

Empat oknum TNi itu sudah diserahkan ke POM Kodam Iskandar Muda. Sementara, warga sipil diserahkan ke Polda Aceh.

Munas menjelaskan, saat itu dirinya tidak berada dilokasi saat penggerebekan dilakukan, dia mengetahui hal itu dari satpam yang sedang bertugas.

Baca: Danpom IM Benarkan Ada Oknum TNI yang Ditangkap di Hermes Hotel

Kata dia, yang ditangkap itu awalnya menyewa tiga kamar. Namun, ia menduga ada beberapa kamar lagi yang disewa untuk berbagai macam keperluan.

“Kamarnya itu ada tiga. Mungkin ada juga beberapa kamar lainnya yang dipakai,” ujarnya saat dikonfirmasi waratawan, Jumat, 4 Oktober 2019.

Dengan adanya peristiwa itu, pihaknya merasa dirugikan dan akan berdampak pada kunjungan ke Hotel Hermes, pandangan masyarakat, kata dia pasti akan negatif.

Padahal, lanjut Munas, pihaknya sudah menjalankan qanun syariat islam dalam standar pelayanan hotel. Diantaranya, membuat tulisan larangan membawa pasangan non muhrim bahkan membawa narkoba.

“Penjelasan qanun ada di resepsionis, lift hingga atas meja kamar bertuliskan bahwa dilarang membawa pasangan non-muhrim dan barang narkoba. itu aturan, terlepas mereka bisa masuk saya tidak tau, mungkin saja mereka bisa boking lewat tempat lain,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak Hermes juga sudah berkordinasi dengan WH dan Pemko Banda Aceh dalam sosialisasi aturan qanun yang berlaku di Aceh.

Jika ada tamu hotel yang tidak mengindahkan aturan yang ada, kata dia, pihaknya tentu tidak akan mengizinkan tamu tersebut untuk menginap. Ia mengaku lebih memilih kehilangan tamu hotel dari pada tamu tersebut melanggar aturan yang ada di Aceh.

Ia mencontohkan saat ada tamu orang asing yang ingin menggunakan bikini di kolam renang. Saat itu, ia melarang hal tersebut, dan menjelaskan di Aceh berbeda dengan daerah lain.

“Kalau ada tamu yang tidak mengindahkan ya silahkan cari hotel yang lain. Karena ini Aceh, wajib menjunjung tinggi aturan syariat islam. Saya tidak takut pengunjung akan pindah ke hotel lain, saya lebih baik kehilangan penginap dari pada bermasalah nantinya,” ungkapnya. [DRA]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi
News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...

News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...