POPULARITAS.COM – Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Iran mendorong peningkatan permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) baru maupun bekas di berbagai negara Eropa.
Namun, sejumlah pelaku industri memperingatkan tren tersebut dapat melambat apabila harga bensin kembali turun.
Data yang dibagikan kelompok riset New Automotive dan asosiasi industri E-Mobility Europe kepada Reuters menunjukkan registrasi kendaraan listrik baru melonjak 34% secara tahunan pada Mei 2026 di 17 pasar yang mewakili lebih dari 90% penjualan mobil di Uni Eropa dan European Free Trade Association (EFTA).
Dari total kendaraan baru yang terdaftar, hampir seperempatnya merupakan mobil listrik murni.
Meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik tidak hanya dipicu kenaikan harga bahan bakar, tetapi juga didukung semakin banyaknya model dengan harga lebih terjangkau serta perluasan infrastruktur pengisian daya di berbagai wilayah Eropa.
Gencatan senjata yang diperpanjang antara Amerika Serikat dan Iran memang telah meredakan ketegangan. Namun, gangguan pengiriman energi masih membatasi arus minyak melalui Selat Hormuz sehingga harga bahan bakar diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Chief Executive Officer (CEO) Renault, Francois Provost, mengungkapkan jumlah pesanan kendaraan listrik di sejumlah negara meningkat hingga 50% sejak konflik Iran pecah pada Februari 2026. Meski demikian, dia memperkirakan laju pertumbuhan tersebut dapat melambat apabila harga bahan bakar kembali turun.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Ford Eropa, Jim Baumbick. Menurut dia, konflik di Timur Tengah memang meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap kendaraan listrik, tetapi belum tentu menciptakan perubahan perilaku yang bersifat permanen.
Perkembangan pasar kendaraan listrik di Eropa juga ditopang oleh masuknya model-model berharga lebih murah, termasuk dari produsen otomotif China.
Produsen kendaraan listrik terbesar dunia, BYD, misalnya, mulai memperluas penetrasinya ke segmen mobil kompak dengan meluncurkan model Dolphin G di Berlin pekan lalu.
Mantan eksekutif Nissan, Andy Palmer, menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik tidak terlepas dari hadirnya mobil-mobil China yang menawarkan harga kompetitif dan kualitas yang semakin baik.
“Minat konsumen terhadap kendaraan listrik jelas terdorong oleh kehadiran mobil-mobil China yang murah dan berkualitas tinggi di pasar,” ujarnya.
Pasar kendaraan listrik bekas juga menunjukkan perkembangan positif. Platform jual beli daring OLX melaporkan jumlah prospek penjualan untuk merek-merek China di Prancis melonjak lebih dari empat kali lipat pada Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.








Leave a comment