POPULARITAS.COM – Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi sebut Prof Humam Hamid, lakukan pembohongan publik terkait dengan Pergub JKA. Menurutnya, keterangan yang bersangkutan yang nyatakan seolah Gubernur Aceh tak mengetahui ihawal JKA, bentuk permainan politik kotor.
“Dia bohong, itu politik kotor, Prof Humam sedang mainkan strategi kuda troya,” katanya.
Sebelumnya, lewat pernyataan di salah satu media dan juga diunggah lewat video, Prof Humam Hamid sebut bahwa, Mualem tak mengetahui soal Pergub JKA. Hal itu dia sampaikan usai bertemu Gubernur Aceh di satu tempat yang tak disebutkan lokasinya.
Menurut Nurlis, pernyataan Humam itu tidak benar. “Postur bahasa dalam pernyataannya seolah-olah sedang membawa kebenaran. Padahal, ia sedang membunuh karakter gubernur, dan membunuh karakter Partai Aceh,” kata Nurlis.
Apalagi, kata Nurlis, dalam video itu Humam menyebutkan bertemu di sebuah tempat yang nggak disebutkan namanya. Mestinya dia sebutkan tempat pertemuannya itu, dan sama siapa saja dia di situ. “Jadi seolah-olah tempat yang dirahasiakan. Di sini saja sudah mulai aneh,” kata Nurlis.
Humam, menurut Nurlis, membangun narasi imajiner. “Itulah yang saya katakan tadi sebagai politik Kuda Troya, ia berimajinasi seolah-olah masuk ke dalam hendak berbuat baik tapi tujuannya menyerang Mualem dan Partai Aceh,” kata Nurlis lagi.
Nurlis menjelaskan bahwa Kuda Troya adalah salah satu cerita paling terkenal dalam mitologi Yunani, dan menjadi simbol tipu daya terbesar dalam sejarah. “Konteks umumnya itu merujuk pada metode atau strategi politik penyusupan dengan cara licik,” katanya.
Menurut Nurlis, dalam konteks Humam, yang terjadi adalah ia berusaha mendekati Mualem dan seolah-olah berniat baik. “Lalu di hadapan publik ia bertindak sebaliknya,” kata Nurlis.
Jadi, Nurlis sangat menyayangkan sikap Humam. Ia menilai Humam belum bisa move on dari politik Pilkada yang lalu. “Sudahlah, mari kita sama-sama membangun Aceh yang lebih baik. Hentikanlah mengadu domba, hentikanlah provokasi yang tidak produktif untuk membangun Aceh,” kata Nurlis.











Leave a comment