Home News Waspada, Ancaman Radikalisme Diruang Digital Anak
News

Waspada, Ancaman Radikalisme Diruang Digital Anak

Share
sosialisasi wawasan kebangsaan dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan Kemenag Aceh Besar, Rabu (15/4/2026). Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar, Saifuddin mengatakan ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) kini semakin menyasar anak-anak melalui ruang digital.

Hal itu disampaikan dalam kegitaan sosialisasi wawasan kebangsaan dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan Kemenag Aceh Besar, Aula Dekranasda Aceh Besar, Rabu (15/4/2026).

“Pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan pendidikan hingga keluarga. Semua pihak memiliki peran penting untuk mencegah agar generasi penerus kita ke depan tidak terpengaruh paham yang menyimpang ini,” kata Saifuddin.

Saifuddin mengatakan pemahaman pencegahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham-paham IRET yang berpotensi merusak generasi penerus dan mengancam persatuan bangsa.

“Pencegahan paham IRET tidak hanya menyasar kelompok dewasa, para guru, atau ASN lainnya, tetapi juga harus menjangkau anak-anak di lingkungan madrasah hingga calon pengantin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Densus 88 Satgaswil Aceh, Iptu Said Martunis menyebutkan bahwa ancaman paham IRET saat ini semakin kompleks dan masuk melalui berbagai saluran, terutama media sosial.

“Anak-anak kita banyak dijerat melalui media sosial. Hari ini kita hidup di dunia tanpa batas, dimana anak-anak bisa mengakses apa saja,” kata Said.

Said juga menyoroti bahwa selain media sosial, paparan paham IRET juga dapat datang dari permainan digital yang mengandung unsur kekerasan. Hal ini, menurutnya, berpotensi memicu perilaku negatif pada anak, seperti perundungan dan kekerasan di lingkungan madrasah atau sekolah.

“Saat ini anak-anak menjadi sasaran empuk dari kelompok teror untuk penyebaran paham-paham radikalisme hingga menjadi pelaku terorisme,” ujarnya.

Said menambahkan, kasus-kasus yang berkaitan dengan pengaruh negatif tersebut sudah banyak terjadi, baik di luar maupun di dalam Aceh. Kondisi ini, tidak terlepas dari minimnya pengawasan orang tua dan guru terhadap penggunaan gawai pada anak-anak.

Sebab itu, Densus 88 AT terus berupaya dan mendorong langkah-langkah pencegahan dengan melibatkan berbagai pihak seperti madrasah dan KUA.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kolaborasi semua elemen agar ancaman ini dapat diminimalkan,” ujar Said.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...